Bam Bahadur mendapat posisi pertama menjadi Perdana Menteri Nepal setelah Jang Bahadur Rana, tetapi karena dia meninggal dunia di usia yang terlalu dini, yaitu 39 tahun, jabatan diberikan kepada Ranodip Singh Kunwar.
Adapun penyebab Bam Bahadur meninggal pada tanggal 25 Mei 1857 ialah karena terserang penyakit tuberkulosis. Istrinya ingin ikut melakukan sati (bela mati dengan cara membakar diri) tetapi dicegah oleh Jang Bahadur Rana. Adik laki-laki termudanya, Ranodip Singh Kunwar melakukan ritual perkabungan selama 13 hari. Bam Bahadur meninggalkan tiga anak yang masih kecil, Teg yang berusia 9 tahun, Yakshya 7 tahun, Bambir berusia 5 tahun, dan seorang putri yang sudah menikah yang bernama Bhubaneshwori.
Meski begitu, usianya hanya beda setahun lebih muda dari Jang Bahadur Rana dan merupakan saudara laki-laki yang paling setia. Putra pertamanya, Teg Bahadur Rana, dikirim ke Pokhara dan diangkat sebagai Badahakim (administrator provinsi) di usia yang masih muda. Putra keduanya, Yakshya Bikram Rana, mengupayakan perdamaian dengan sepupunya, Bir Shamsher Jang Bahadur Rana, dan seluruh keluarganya diizinkan hidup damai di Nepal setelah Coup d'Etat Sumsher 1885. Sedangkan putranya yang paling muda, Bambir Bikram Rana, diasingkan dan dipenjara di India bagian selatan setelah Coup d'Etat.