"Malang the heart of east java"
Bakalan dalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa Bakalan adalah desa terluas se Kecamatan Bululawang dan telah memenangkan Lomba Desa se Kabupaten Malang Juara ke 3 pada tahun 2008
Desa ini adalah desa yang paling banyak memiliki lahan perkebunan dan sawah juga desa ini sangat asri dan penduduknya sangat ramah.
Sejarah
Tempat Petilasan Mbah Suko
Desa Bakalan diperkirakan didirikan pada abad ke-7. Salah satu tanda dari cikal bakal Desa Bakalan bisa ditemukan pada sumber air dan petilasan yang menamakan Mbah Suko sebagai salah satu tokoh babat alas yang mendirikan Desa Bakalan. Nama Mbah Suko berasal dari keberadaan tumbuhan Asoka di wilayah tersebut. Di sebelah petilasan tersebut juga terdapat danau yang merupakan sumber air pertama di Desa Bakalan. Dari sumber tersebut tercipta nama Bakalan dari "Mbag" yang berarti bak atau wadah dan "kali" yang berarti kolam/sungai dan apabila kedua kata tersebut digabungkan menjadi Mbakalan.[1]
Geografi
Persawahan Desa Bakalan
Letak Desa
Wilayah Desa Bakalan secara administratif terletak di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Desa Bakalan terletak di dataran rendah, selatan dari Malang Kota. Desa Bakalan berbatasan dengan Desa Kuwolu di sebelah utara, Desa Sudimoro di sebelah timur, Desa Ketawang di sebelah selatan dan Desa Krebet Senggrong di sebelah Barat. Jarak tempuh Desa Bakalan ke ibu kota kecamatan adalah 5 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 17 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit.
Luas Wilayah
Desa Bakalan terletak di daerah agraris yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan pekebun. Adapun luas keseluruhan Desa Bakalan adalah 656,924 Ha dengan luas perkebunan sekitar 400,644 Ha dan persawahan sebesar 138,657 Ha.[2]
Topografi
Desa Bakalan bukan berupa daerah Perbukitan/Pegunungan tetapi berupa dataran rendah seluas 656,924 Ha dengan tingkat kesuburan dan produktifitas tanah yang cukup bagus. Hal ini terlihat dengan baiknya hasil-hasil dalam sektor pertanian dan perkebunan. Mayoritas petani dan pekebun Desa Bakalan memanfaatkan tanah mereka untuk menanam tanaman tebu dan/atau palawija. Alhasil Desa Bakalan menjadi salah satu kabupaten Malang yang memproduksi tebu terbanyak di wilayah administrasi Malang.[3]
Demografi
Berdasarkan data administrasi Desa Bakaaln tahun 2016, jumlah penduduk Desa bakalan mencakup 3.114 jiwa laki-laki dan 2.991 jiwa perempuan. Sedangkan untuk usia produktif di Desa Bakalan sendiri berjumlah sekitar 3.011 atau 59,16% yang merupakan angka yang cukup tinggi untuk jumlah usia produktif. Disisi lain, etnis di Bakalan terdiri dari etnis Jawa, Madura, Sunda dsb. Dengan mayoritas Suku Jawa berjumlah 55% yang dilanjutkan dengan Suku Madura yang berjumlah sekitar 40%, kemudian Suku Sunda dan lainnya yaitu 5%. Mayoritas masyarakat Desa Bakalan menganut agama Islam dengan sedikit bagian dari populasi menganut agama Kristen.[4]
Desa Bakalan memiliki tempat ibadah yang tersebar di berbagai dusun. Terdapat 4 Masjid yang terletak di berbagai penjuru Desa Bakalan seperti Masjid Jami' Al-Muhajirin yang merupakan masjid terbesar di Bakalan sekaligus masjid pertama yang ditemui saat masuk ke wilayah Bakalan karena letaknya yang berada di pinggir Jl. Raya Bakalan. Kemudian ada Masjid Darussalam yang terletak di Dusun Jamuran berdekatan dengan Zen Veterinary Care yaitu dokter hewan Bululawang. Setelah itu, terdapat Masjid Al Falah di Dusun Banjarsari 02 yang berhampiran dengan RA, MI, dan MTs Miftahul Ulum. Masjid At Taufiqiyah terletak wilayah selatan Bakalan yakni di Dusun Kebonjati. Terakhir, terdapat Masjid At Taufiqiyah yang terletak di wilayah selatan Desa Bakalan yakni di Dusun Kebonjati.
Kesehatan
Kualitas kesehatan di Desa Bakalan dijaga dengan baik oleh pemerintahan Desa dengan adanya berbagai fasilitas penunjang kesehatan seperti jumlah rumah posyandu sebanyak 8 pos. Desa Bakalan juga menyediakan puskesmas pembantu, bidan desa yang siap untuk melayani dan mengadakan pengecekan kesehatan yang rutin, dokter umum yang terlatih dan ditugaskan di Desa Bakalan, serta kader posyandu yang membantu pelaksanaan aktivitas penunjang kesehatan di Desa Bakalan. [6]
Pendidikan
Fasilitas pendidikan di Desa Bakalan terhitung lengkap dari jenjang TK hingga SMAmayoritas penduduk Desa Bakalan sudah mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Sedangkan, Pendidikan di Desa Bakalan cenderung terpusat di satu dusun yakni dusun Bakalan 2. Terdapat satu SD Negeri di Bakalan yang terletak di JL. Raya Bakalan No.49 yang terakreditasi A. Kemudian, disebelah balai desa juga terdapat TK. Dharma Wanita Persatuan. Adapun, sarana pendidikan lainnya di Desa Bakalan meliputi TK/RA Nurul Huda Bakalan, TK/RA Miftahul Ulum Banjarsari, MI. Nurul Huda Bakalan, MI Miftahul Ulum Banjarsari, Mts. Miftahul Ulum Banjarsari, SMP. PGRI Bululawang 02, SMA. Dharma Wanita 01 Bululawang, dan Sekolah Diniyah Al-Islah Banjarsari. Selain pendidikan formal, Desa Bakalan juga memiliki banyak pendidikan keagamaan yang didorong oleh sejumlah tokoh beragama di desa seperti adanya 9 TPQ dan 2 Pondok Pesantren.
UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah)
Perkumpulan rutinan UMKM Bagong Desa Bakalan
Terdapat berbagai UMKM di Desa Bakalan yang tersebar di berbagai wilayah desa. Para pelaku UMKM tergabung dalam Paguyuban UMKM BAGONG yang menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan pengembangan usaha. Paguyuban ini secara rutin menyelenggarakan rapat bulanan sebagai sarana evaluasi, koordinasi, dan berbagi informasi antaranggota, serta mengadakan pelatihan setiap dua bulan sekali untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan pelaku UMKM. Paguyuban UMKM BAGONG diketuai oleh Ibu Cahya Ratna Kumalasari dan telah aktif berkontribusi dalam pengembangan UMKM di Desa Bakalan sejak berdiri sekitar satu tahun yang lalu[7]
Potensi
Tanah Desa Bakalan merupakan salah satu tanah di kabupaten Malang yang didominasi oleh tanaman tebu yang ditanam oleh petani Bakalan. Selain tebu, tanaman palawija juga dapat ditemukan di beberapa lahan tani milik warga.[8]
Kegiatan Warga
Warga Bakalan sering mengadakan acara yang mengundang berbagai unsur masyarakat mulai dari kelompok UMKM, perangkat desa, hingga Koperasi Wanita.[7]
Tradisi Desa
Warga Desa Bakalan melakukan kegiatan rutin pada tanggal 1 Muharam sebagai tradisi yang disebut "Suronan". Acara ini dilakukan setiap tahun dengan runtutan acara seperti pawai tumpeng keliling desa dan berakhir di sadranan (lokasi asal mula Desa Bakalan dan sebagai tempat berkumpulnya warga saat musim panen). Kemudian terdapat acara doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diterima di Desa Bakalan, mengenal pendiri Desa Bakalan, serta menjadi tempat silaturahmi antar warga. [9]