Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (November 2023)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Official languages of the United Nations}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
Bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (atau disebut juga bahasa resmi PBB) merupakan suatu istilah bagi bahasa-bahasa yang digunakan secara resmi dalam forum-forum pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mana juga digunakan untuk menulis semua dokumen resminya. Agar PBB dapat memilih bahasa resminya, mayoritas dari 193 anggotanya harus memberikan suara yang mendukung bahasa tersebut. Setelah itu, negara yang menggunakan bahasa baru tersebut harus membantu secara finansial mendukung layanan penerjemahan dan interpretasi.
Untuk masa kini, PBB menggunakan enam bahasa sebagai bahasa resmi di pertemuan PBB dan dokumen resmi PBB.[1] Pada 1946, lima bahasa dipilih untuk menjadi bahasa resmi: Bahasa Inggris, Bahasa Prancis, Bahasa Mandarin, Bahasa Spanyol dan Bahasa Rusia.[2] Pada 1973, Bahasa Arab dipilih untuk menjadi bahasa resmi keenam PBB. Sampai dengan 2025,[3] bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah:
Beberapa Sekretaris Jenderal PBB seperti Kofi Annan, Ban Ki-moon dan António Guterres telah berupaya meningkatkan multibahasa di PBB. Upaya ini menghasilkan pendanaan tambahan untuk Layanan Penerjemahan PBB, pembentukan peran Koordinator Multilingualisme, Hari Bahasa PBB, dan mulai tahun 2018, situs web Berita PBB menyediakan terjemahan ke dalam bahasa non-resmi seperti Portugis, Swahili, Hindi dan Urdu selain keenam bahasa resmi tersebut.[12] Bahasa-bahasa ini dan banyak bahasa non-resmi yang digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa seringkali mewakili Belahan Bumi Selatan (Global Selatan). Aturan 57 mengizinkan Majelis Umum atau subkomite mana pun untuk menggunakan bahasa apa pun selain bahasa Majelis.[13] Hingga tahun 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan UNESCO belum secara resmi meratifikasi Deklarasi Universal Hak Linguistik.[14]
Deskripsi
Bahasa-bahasa ini digunakan dalam pertemuan berbagai badan PBB, khususnya Majelis Umum (Pasal 51 Peraturan Tata Tertibnya), Dewan Ekonomi dan Sosial, dan Dewan Keamanan (Pasal 41 Peraturan Tata Tertibnya). Setiap perwakilan suatu negara dapat berbicara dalam salah satu dari enam bahasa ini atau dapat berbicara dalam bahasa apa pun dan menyediakan layanan penerjemahan ke dalam salah satu dari enam bahasa resmi. PBB menyediakan layanan penerjemahan simultan dari bahasa resmi apa pun ke dalam lima bahasa resmi lainnya, melalui Layanan Penerjemahan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Enam bahasa resmi ini juga digunakan untuk penyebaran dokumen resmi. Umumnya, teks dalam masing-masing dari enam bahasa tersebut memiliki otoritas yang sama. Sebagian besar dewan PBB menggunakan keenam bahasa tersebut sebagai bahasa resmi dan bahasa kerja; tetapi, per tahun 2023, Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa hanya menggunakan dua bahasa kerja: Inggris dan Prancis.[15]
Enam bahasa resmi yang digunakan di PBB merupakan bahasa pertama atau kedua bagi 2,8 miliar penduduk dunia, kurang dari separuh populasi dunia. Keenam bahasa tersebut merupakan bahasa resmi di hampir dua pertiga negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (lebih dari 120 negara).
Inggris
Prancis
Spanyol
Rusia
Mandarin
Arab
Kombinasi bahasa
Lini waktu
League of Nations Official + Working LanguagesLeague of Nations Official LanguagesUN Official + Working LanguagesUN Official LanguagesTranslation Available AND a UN Language Day dedicatedTranslation of UN News Website Available OR a UN Language Day dedicated
UN News
Pada bulan Juni 2018, cabang media Perserikatan Bangsa-Bangsa, UN News (https://news.un.org), menyertakan terjemahan situs web ke dalam bahasa Hindi, Portugis, dan Swahili selain dari 6 bahasa resmi.[16] Dokumen dan situs web PBB lainnya juga diterjemahkan ke dalam bahasa Bengali, Urdu, Kreol Prancis, Indonesia, Melayu, Persia, dan Turki tetapi tidak secara resmi atau konsisten.
Potensi bahasa resmi baru di Perserikatan Bangsa-Bangsa
Hindi
Bahasa Hindi adalah bahasa ibu keempat yang paling banyak digunakan di dunia, setelah bahasa Mandarin, Spanyol, dan Inggris.[17] Hindi adalah bahasa resmi untuk India dan Fiji, dan dialek-dialek terkaitnya masih dituturkan oleh minoritas kecil di Nepal. Bahasa ini sangat mudah dipahami dibandingkan dengan bahasa Urdu yang resmi dan dituturkan di Pakistan, dan keduanya sering dianggap sebagai bahasa yang sama, disebut sebagai Hindustan atau Hindi-Urdu. Meskipun sangat mirip secara lisan, keduanya memiliki aksara tulis yang berbeda; Hindi ditulis dalam aksara Dewanagari dan Urdu ditulis dalam aksara Nastaʿlīq. Bahasa Hindi memiliki lebih dari 550 juta penutur di India saja, yang terdiri dari 422 juta penutur asli, 98,2 juta penutur bahasa kedua, dan 31,2 juta penutur bahasa ketiga.[18][19] Hindi adalah lingua franca di wilayah utara India, bersama dengan Pakistan (sebagai Urdu), dengan kepentingannya sebagai bahasa global yang meningkat dari hari ke hari.[20]
Pada tahun 2007, dilaporkan bahwa pemerintah India akan "melakukan langkah diplomatik segera untuk mendapatkan status bahasa resmi untuk bahasa Hindi di Perserikatan Bangsa-Bangsa".[21] Menurut siaran pers dari Kementerian Luar Negeri India pada tahun 2009, Pemerintah India telah “berusaha secara aktif” untuk menjadikan bahasa Hindi sebagai bahasa resmi PBB.[22][23] Pada tahun 2015, Wakil Presiden Nepal Parmananda Jha menyatakan dukungannya yang kuat terhadap dimasukkannya bahasa Hindi sebagai bahasa resmi PBB.[24] Situs media Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah menyertakan terjemahan ke dalam bahasa Hindi.
Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dan bahasa nasional Indonesia.[25] Bahasa ini merupakan variasi standar dialek Melayu Sumatera dan dianggap dapat dipahami bersama dengan Bahasa Melayu,[26] sebuah Bahasa Austronesia yang telah digunakan sebagai lingua franca di kepulauan Indonesia yang multibahasa selama berabad-abad dan kini digunakan di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Sebagai negara dengan populasi terpadat keempat di dunia dengan 280 juta jiwa dengan mayoritas berbahasa Indonesia, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang paling banyak dituturkan di Asia Tenggara dan juga salah satu bahasa yang digunakan secara luas di dunia.[27] Menurut Ethnologue (2025), bahasa Indonesia adalah bahasa ke-10 yang digunakan secara luas.[28] Bahasa Indonesia juga aktif digunakan di internet, mencapai peringkat keenam di pengunaannya di dunia internet.[29] Sebagai bagian dari keluarga bahasa yang sama, Bahasa Indonesia juga berhubungan dengan Bahasa Filipina yang ditutur di Filipina.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) semakin gencar mempromosikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, dengan salah satu targetnya adalah mencapai status bahasa resmi PBB pada tahun 2045.[30] Saat ini, bahasa Indonesia sudah menjadi salah satu bahasa resmi di organisasi UNESCO sejak 2023.[31]
Jerman
Bahasa Jerman adalah bahasa resmi di negara-negara Eropa Barat dan Tengah seperti Jerman, Austria, Swiss, Liechtenstein, Luksemburg dan Belgia, dan juga salah satu bahasa resmi Namibia di Afrika bagian selatan. Secara tradisional, ia telah, dan terus, berpengaruh dalam bidang filsafat, teologi, sains, dan teknologi.[32] Negara-negara berbahasa Jerman (Deutscher Sprachraum) merupakan kekuatan ekonomi utama di Eropa dan dunia, dengan Jerman sendiri memiliki produk domestik bruto (PDB) nominal terbesar ketiga di dunia. Bahasa Jerman juga secara historis berfungsi sebagai lingua franca di Eropa Tengah dan Timur dan hingga batas tertentu masih berfungsi demikian.
Dengan lebih dari 130 juta penutur, lebih dari 75 juta di antaranya adalah penutur asli, bahasa Jerman adalah bahasa ke-12 yang paling banyak digunakan di dunia dan bahasa ibu yang paling banyak digunakan di Uni Eropa, di mana bahasa Jerman berfungsi sebagai salah satu bahasa kerja lembaga tersebut bersama bahasa Inggris dan Prancis.
Sejak reunifikasi Jerman, telah ada usulan untuk memperluas Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar Jerman menjadi negara anggota tetap keenam.[33][34] Negara ini juga telah berpartisipasi aktif dalam berbagai program bersama negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya, yang melahirkan P5+1.
Pada tanggal 19 Juni 2024, PBB menetapkan tanggal 1 Juli sebagai Hari Bahasa Jerman PBB.[35]
Dituturkan oleh lebih dari 127 juta orang[36] (70 - 90 juta penutur L1 dan 30 - 50 juta penutur L2, bahasa Persia adalah bahasa budaya Iran dan menonjol di Asia Tengah.
Pada tahun 2008, Presiden Portugal mengumumkan bahwa delapan pemimpin Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) saat itu telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjadikan bahasa Portugis sebagai bahasa resmi. Kantor berita PBB, UN News, sudah menyediakan terjemahan ke dalam bahasa Portugis.
↑Universal Declaration of Human Rights: translation into Chinese. Title Universal Declaration of Human Rights: translation into Chinese {...} Language(s) 中文 (Chinese){...}Alternate names: Beifang Fangyan, Guanhua, Guoyu, Hanyu, Huayu, Mandarin, Northern Chinese, Putonghua, Standard Chinese, Zhongguohua, Zhongwen
↑"Spelling (United Nations Editorial Manual Online)". Department for General Assembly and Conference Management. Diakses tanggal 29 July 2023. The Concise Oxford English Dictionary, twelfth edition, is the current authority for spelling in the United Nations.
↑Mikael Parkvall, "Världens 100 största språk 2007" (The World's 100 Largest Languages in 2007), in Nationalencyklopedin. Asterisks mark the 2010 estimates for the top dozen languages.