Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Awalnya pater Petrus Drabbe, mengklasifikasikan bahasa ini menjadi dua dialek, Kadi (Muyu Utara) yang dipakai di Kampung Niinati dan Muyu Selatan yang dipakai di Kampung Metomka. Walaupun berdasarkan penuturnya mungkin bahasa ini merupakan kontinum dialek yang terdiri beberapa dialek, yaitu: Kamindip, Okpari, Kakaib, Are, Kasaut, Yonggom, Ningrum, dan Kawiyet. Kampung Metomka sekarang sudah tidak ada lagi, sedangkan Muyu Utara yang dipakai di Kampung Ninati adalah dialek yang disebut penuturnya sebagai Yonggom. Lalu dalam satu dialek pun terdapat pula beberapa sub-dialek yang berbeda.[4]
12Zahrer, Alexander. 2019. First data of Moyu, a lowland Ok language of New Guinea. 11th International Austronesian and Papuan Languages and Linguistics Conference (APLL11), 13-15 Juni 2019, Universitas Leiden.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "North Muyu". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "South Muyu". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Zahrer, Alexander (2023). A Grammar of Muyu (Dr.Phil thesis) (dalam bahasa english). Münster: Westfälische Wilhelms-Universität Münster. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)