Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Berdasarkan karakteristik tata bahasanya, bahasa Melayu Gorontalo digolongkan sebagai bahasa dagang dan kreol Melayu.[6][7] Pada umumnya, bahasa Melayu Gorontalo berfungsi sebagai basantara di Gorontalo dan wilayah sekitarnya, termasuk beberapa wilayah di bagian utara Teluk Tomini yang juga dihuni oleh suku Gorontalo.[8][9]
Pengaruh bahasa Arab sangat terlihat dalam bahasa Melayu Gorontalo. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kosakata bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Melayu Gorontalo, misalnya kata ana أنا sebagai kata ganti orang pertama tunggal (saya), serta ente أنت sebagai kata ganti orang kedua tunggal (kamu).[10]
Sejarah
Bahasa Melayu Gorontalo pada awalnya berkembang di wilayah pesisir Gorontalo, terutama di kota-kota pelabuhan, kemudian mendapatkan pengaruh dari bahasa Arab, Belanda, Melayu Ternate, dan terutama didasarkan pada bahasa Melayu Manado,[11] serta bahasa Gorontalo sebagai bahasa ibu masyarakatnya.[3][12] Bahasa Melayu Gorontalo juga memiliki beberapa kemiripan dengan bahasa Melayu Ternate dalam segi kosakata maupun tata bahasa, hal yang juga terdapat dalam varietas bahasa Melayu Indonesia Timur lainnya. Salah satu perbedaan dalam bahasa Melayu Gorontalo dengan bahasa Melayu Indonesia Timur lainnya adalah intonasi pengucapan yang digunakan, hal ini sangat dipengaruhi oleh bahasa Gorontalo.[5]
Terdapat beberapa serapan bahasa asing pada kata ganti persona dalam bahasa Melayu Gorontalo, khususnya dari bahasa Arab.
Kata ganti
Glosa
Melayu Gorontalo
orang pertama tunggal
saya
ana
orang pertama jamak
kami
torang
orang kedua tunggal
kamu
ente
orang kedua jamak
kalian
ngoni
orang ketiga tunggal
dia
dia, de
orang ketiga jamak
mereka
dorang
Kata ganti posesif
Bahasa Melayu Gorontalo menggunakan kata sisipan pe untuk menyatakan kepemilikan.
Glosa
Melayu Gorontalo
bukuku
ana pe buku
bukumu
ente pe buku
bukunya
dia pe buku, de pe buku
buku kami
torang pe buku
buku kalian
ngoni pe buku
buku mereka
dorang pe buku
Fonologi
Pada beberapa kata kerja dan kata benda dalam bahasa Melayu yang menggunakan huruf [ə], terjadi perubahan pengucapan fonem vokal yang dipengaruhi oleh tuturan dalam bahasa Gorontalo, jadi dalam bahasa Melayu Gorontalo pengucapannya akan berubah menjadi huruf [o], misalnya bolajar 'belajar', posawat 'pesawat', moncuci 'mencuci', serta mempunyai pengaruh terhadap penyebutan kata "Melayu" itu sendiri menjadi Molayu.[2]
↑SUARTINI, N. L. S. (2012). Pergeseran Bahasa Masyarakat Bali di Lokasi Transmigrasi Desa Raharja Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Skripsi, 1 (311408047).