Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Beberapa rumpun bahasa dimasukkan sebagai cabang dari dua rumpun bahasa yang berbeda. Untuk lebih lanjutnya, silakan lihat pembagian dari sub-rumpun Melayu-Sumbawa dan Kalimantan Utara Raya
Bahasa Melayu Bangka dikategorikan sebagai C6a Vigorous menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini masih dituturkan dan digunakan oleh sebagian wilayah
Secara umum, bahasa Melayu Bangka hampir mirip dengan bahasa Betawi yang dituturkan di Jakarta. Namun, jika diteliti lebih lanjut berdasarkan masing-masing daerah di Pulau Bangka, maka dialek-dialek tersebut jelas berbeda. Namun, pada dasarnya masih dalam katagori satu Rumpun bahasa Melayu.
Dialek
Bahasa Melayu Bangka terbagi menjadi beberapa dialek. Dialek Bangka Timur jelas berbeda dengan dialek Bangka Selatan. Begitupun dialek Bangka Barat dan Bangka Utara.[3]
Dialek Bangka Timur, memiliki ciri khas pada akhir kata berakhiran [o] dan [e].
Dialek Bangka Selatan, memiliki ciri penggunaan huruf [e] di akhir kata. Juga pengucapan kata yang menggunakan huruf [s] diganti menjadi huruf [h]. Contohnya, kata sabun menjadi habun.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Melayu Bangka". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;