Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Rumpun Anglikan, yang juga dikenal sebagai rumpun Jermanik Kepulauan, mencakup bahasa Inggris Kuno dan semua variasi linguistik yang diturunkan darinya. Untuk lebih lengkap, lihat bagan berikut:
Dialek ini pernah dituturkan di wilayah yang sekarang menjadi Kent, Surrey, Sussex, Hampshire bagian selatan, dan Pulau Wight oleh para pemukim Jermanik, yang disebutkan oleh Bede sebagai orang Yuti.[4] Perbedaan mencolok antara pemukim Anglo-Saxon di seluruh Kerajaan Kent dipandang lebih skeptis oleh sejarawan modern.[5]
Bukti
Meskipun sejauh ini naskah dialek Kent terpenting yang masih ada adalah undang-undang raja-raja Kent, yang terdapat dalam Textus Roffensis, naskah tersebut merupakan salinan undang-undang yang jauh lebih awal pada awal abad ke-12, dan ejaan serta bentuk bahasa Inggrisnya dimodernisasi dan dibakukan dalam berbagai cara. Hal ini khususnya memengaruhi Hukum Hlothhere dan Eadric.[6] Namun, beberapa petunjuk perbedaan antara dialek Kent dan Saxon Barat pada akhir abad ketujuh dapat dibuat dengan membandingkan dua undang-undang yang ada pada masa itu. Undang-undang hukum yang dibuat oleh raja Saxon Barat bernama Ine disusun antara tahun 688 dan 694. Klausul 20 menyangkut potensi pencurian oleh pihak luar (yaitu mereka yang tidak setia kepada raja Wessex). Hal ini diadopsi hampir kata demi kata oleh rekan sezaman Ine, raja Kent bernama Wihtræd:[7]
Gif feorcund mon oððe fremde butan wege geond wudu gonge [ond] ne hrieme ne horn blawe, for ðeof he bið to profianne, oððe to sleanne oððe to aliesanne.[8]
[23] Gif feorran[-]cumen man oþþe fræmde buton wege gange, [ond] he þonne nawðer ne hryme ne he horn ne blawe, for ðeof he bið to profianne, oþþe to sleanne oþþe to alysenne.[7]
Jika seorang yang datang dari jauh atau orang asing keluar dari jalan setapak menuju hutan dan tidak berteriak atau meniup sangkakalanya, maka dia dianggap sebagai pencuri, baik untuk dibunuh atau untuk ditebus.[9]
Jika seorang [siapapun] datang dari jauh atau orang asing keluar jalur dan dia tidak berteriak dan tidak meniup sangkakalanya, maka dia dianggap pencuri, harus dibunuh atau ditebus.[7]
Dengan banyaknya kata pada saat ini, tidak ada perbedaan antara bahasa Kent dan bentuk bahasa Inggris Saxon Barat yang dominan. Kata lain menunjukkan kemungkinan perbedaan pengucapan (atau, setidaknya, transkripsi), seperti fremde/ fræmde atau gonge/ gange. Namun, tidak ada keraguan bahwa, bahkan dengan sedikit perbedaan dalam sintaksis dan kosakata, kedua bentuk tersebut dapat dimengerti satu sama lain, setidaknya pada masa yang relatif akhir di pemukiman Anglo-Saxon di Inggris bagian selatan.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Inggris Kuno Kent". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Bede, Historia Ecclesiastica Gentis Anglorum, ii, 5
↑Simon Keynes, 'England 700-900' in Rosamond McKitterick (ed.), The New Cambridge Medieval History, II, 19; Sonia Chadwick Hawkes, 'Anglo-Saxon Kent, c. 425–725' in Peter Leach (ed.), Archaeology in Kent to 1500, Council of British Archaeology Report 48 (1982), 74
↑Lisi Oliver, The Beginnings of English Law (Toronto Medieval Texts and Translations, 14, Toronto, CO, 2002), 126
↑Ursula Kalbhen, Kentische Glossen und kentischer Dialekt im Altenglischen, mit einer kommentierten Edition der altenglischen Glossen in der Handschrift London, British Library, Cotton Vespasian D.vi, Münchener Universitätsschriften (Frankfurt/M.: Lang, 2003), ISBN978-3-631-38392-6 .
↑Sweet, H., ed. (1946) Sweet's Anglo-Saxon Reader; 10th ed., revised by C. T. Onions. Oxford: Clarendon Press; pp. 181-84 & 190-95
Pustaka
Ursula Kalbhen, Kentische Glossen und kentischer Dialekt im Altenglischen, mit einer kommentierten Edition der altenglischen Glossen in der Handschrift London, British Library, Cotton Vespasian D.vi, Münchener Universitätsschriften (Frankfurt/M.: Lang, 2003), ISBN978-3-631-38392-6 [containing a detailed description of the manuscript and its texts as well as an edition of the Kentish glosses, with commentary and a study of Kentish Old English].