Sejak abad ke-19, kaum Tionghoa telah merantau dari daerah pesisir Tiongkok ke Sarawak untuk mencari nafkah. Sekitar tahun 1840, gelombang kedua pendatang Tionghoa mulai mendarat di Kuching. Pendatang-pendatang ini sebagian besar adalah orang Tiochiu dan Hokkien (orang-orang dari Quanzhou dan Zhangzhou di Fujian bagian selatan).[3] Bahasa Hokkien sejak saat itu mulai menjadi basantara masyarakat Tionghoa di Sarawak.
Rujukan
12"前往砂拉越" (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-31. Diakses tanggal 2021-10-29.
↑"砂拉越的方言與訃告" (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-01. Diakses tanggal 2021-10-29.
↑"砂拉越古晉華人飲食名稱的語言特色研究"(PDF) (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2021-10-31. Diakses tanggal 2021-10-31.
Catatan 1:Genealogi Haklau masih diperdebatkan, dan beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Zhangzhou dari bahasa Hokkien, cabang dari bahasa Tiochiu, ataupun bahasa transisi antara Hokkien dan Tiochiu
Catatan 2:Genealogi Zhenan digolongkan sebagai subdialek Zhejiang Tenggara dari dialek Min dalam Atlas Bahasa Tiongkok. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien. Catatan 3:Genealogi Jiangxi digolongkan sebagai cabang langsung bahasa Min dalam Atlas Bahasa Tionghoa. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien.