Pengaruh Bahasa Ibrani Alkitabiah sebagai status bahasa liturgis dan bahasa pembelajaran teologis berkurang, dan bangsa Yahudi pada Periode Bait Suci Kedua (yang dimulai pada 516 SM) menggunakan bahasa Aram Barat Kuno dari Helenisasi pada abad ke-3 SM hingga munculnya bahasa Aram Pertengahan pada abad ke-3 Masehi.
Sebagian besar kronologi perkembangan bahasa Aram Alkitabiah telah diperdebatkan dalam konteks penanggalan Kitab Daniel. Pada tahun 1929, Rowley berpendapat bahwa ragam bahasa di Kitab Daniel lebih baru (bukan abad ke-6 SM) dan bahwa bahasanya lebih mirip ke bentuk Targum daripada bentuk resmi Kekaisaran yang tersedia pada saat itu.[7]
Yang lain berpendapat bahwa bentuk bahasa tersebut paling mirip dengan yang tertulis pada Naskah-naskah Elefantin, dan juga merupakan contoh baik dari bahasa Aram Kekaisaran yang khas.[8]Kenneth Kitchen yang berpaham agnostik, menyatakan bahwa bahasa Aram yang tertulis pada Kitab Daniel cocok dengan periode apa pun dari abad ke-5 hingga awal abad ke-2 SM.[9]
Aram dan Ibrani
Bahasa Ibrani Alkitabiah adalah bahasa utama dari Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama. Bahasa Aram hanya menyumbang sekitar 250 ayat dari total lebih dari 23.000. Bahasa Aram Alkitabiah berkaitan erat dengan bahasa Ibrani, karena keduanya termasuk dalam rumpun bahasa Semit Barat Laut. Beberapa persamaan dan perbedaan yang jelas tercantum di bawah ini:[10]
Persamaan
Bahasa Ibrani dan Aram telah menyederhanakan infleksi dari kata benda, kata sifat dan kata kerja. Tata bahasa tersebut lebih banyak ditemukan pada bahasa Arab Klasik, Akkadia Babilonia, dan Ugarit.
Perbedaan
Artikel takrif berimbuhan akhir -ā (א) pada bahasa Aram (dalam keadaan tegas atau penentu), namun berimbuhan akhir h- (ה) pada bahasa Ibrani.
Dalam bahasa Aram, preposisi dalet berfungsi sebagai konjungsi dan sering digunakan sebagai pengganti konstruk untuk menunjukkan hubungan genitif/posesif.
Kejadian 15:1–kata במחזה (ba-maħaze, "dalam suatu penglihatan"). Menurut Zohar (I:88b), kata tersebut merupakan bahasa Aram, sebagaimana kata Ibrani yang biasa digunakan adalah במראה (ba-mar’e).
Bilangan 23:10–kata רבע (rôḇa‘, biasanya diterjemahkan sebagai "stok" atau "bagian keempat"). Joseph H. Hertz, dalam komentarnya tentang ayat ini, mengutip klaim Friedrich Delitzsch (dikutip dalam koleksi William F. Albright yaitu JBL 63 (1944), halaman 213, nomor 28) bahwa itu adalah kata Aram yang berarti "debu".
Ayub36:2a ("כַּתַּר־ לִ֣י זְ֭עֵיר וַאֲחַוֶּ֑ךָּ")–Rashi, dalam komentarnya tentang ayat tersebut, menyatakan bahwa frasa tersebut dalam bahasa Aram.
Mazmur 2:12–kata בר (bar) ditafsirkan oleh beberapa sumber Kristen (termasuk Alkitab Versi Raja James) menjadi kata Aram untuk "putra" dan menerjemahkan frasa נשקו-בר (nashəqū-bar) sebagai "cium sang Putra," merujuk sebagai Jesus. Sumber-sumber Yahudi dan beberapa sumber Kristen (termasuk Vulgata oleh Hieronimus) mengikuti pembacaan bahasa Ibrani בר ("kemurnian") dan menerjemahkan frasa tersebut sebagai "merangkul kemurnian" (Lihat Mazmur 2 untuk pembahasan lebih lanjut tentang kontroversi tersebut).
Nama keliru dari bahasa Kasdim
Selama berabad-abad, setidaknya dari zaman Hieronimus (wafat 420 M), bahasa Aram Alkitab secara keliru disebut menjadi "Kasdim" (Khaldea).[11][12][13] Label itu tetap umum dalam studi bahasa Aram awal, dan bertahan hingga abad kesembilan belas.[14][15][16] Nama Kasdim yang keliru akibatnya ditinggalkan, ketika penelitian lebih lanjut menunjukkan secara meyakinkan bahwa bahasa Aram yang digunakan dalam Alkitab Ibrani tidak terkait dengan Kasdim Kuno dan bahasa mereka.[17][18][19]
↑Choi, Jongtae (1994), "The Aramaic of Daniel: Its Date, Place of Composition and Linguistic Comparison with Extra-Biblical Texts," Ph. D. dissertation (Deerfield, IL: Trinity Evangelical Divinity School) 33125990 xvii, 288 pp.
↑The following information is taken from: Alger F. Johns, A Short Grammar of Biblical Aramaic (Berrien Springs: Andrews University Press, 1972), pp. 5-7.
Kitchen, Kenneth A. (1965). "The Aramaic of Daniel"(PDF). Notes on Some Problems in the Book of Daniel. London: Tyndale Press. hlm.31–79. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2020-10-31. Diakses tanggal 2008-11-02.