Ba digunakan untuk menulis kata-kata yang mengandung huruf B. Penggunaannya berbeda dengan Ba kembang, karena Ba cenderung melambangkan bunyi /b/ tanpa disusul oleh hembusan bunyi /h/, sedangkan Ba kembang melambangkan bunyi /b/ yang disusul oleh bunyi /h/, sehingga menjadi /bʰa/. Kata-kata dalam bahasa Bali asli (bukan bahasa Bali serapan) cenderung ditulis menggunakan Ba, sebab dalam percakapan berbahasa Bali sehari-hari, banyak didapati pengucapan /ba/ daripada /bʰa/.
Dalam tradisi agama Hindu di Bali, Ba merupakan aksara suci bagi Dewa Brahma, selain aksara A. Aksara Ba yang disucikan mengandung tanda ulu candra dan diucapkan sengau.