Atomic Energy of Canada Limited (AECL; bahasa Prancis: Énergie atomique du Canada limitée, EACL) adalah perusahaan mahkota (Crown corporation) federal Kanada dan laboratorium sains dan teknologi nuklir terbesar di Kanada.[1]
AECL didirikan melalui undang-undang Parlemen pada tahun 1952 oleh pemerintah Perdana MenteriLouis St. Laurent dengan mandat mengembangkan pemanfaatan energi nuklir secara damai.[2] AECL mengembangkan teknologi reaktor CANDU mulai tahun 1950-an, dan pada bulan Oktober 2011 melisensikan teknologi ini kepada Candu Energy (anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh SNC-Lavalin).[3][4]
Akar AECL berasal dari program nuklir Kanada semasa Perang Dunia II, ketika Britania Raya dan Kanada bekerja sama mengembangkan teknologi nuklir. Pada tahun 1944, pemerintah Kanada menyetujui pembangunan reaktor ZEEP (Zero Energy Experimental Pile) di Chalk River, Ontario, sekitar 190 km di barat laut Ottawa.[1]
Pada tanggal 5 September 1945, reaktor ZEEP pertama kali mencapai kondisi kritis, menjadikannya reaksi berantai nuklir terkendali pertama di luar Amerika Serikat.[1] Pencapaian ini menempatkan Kanada di garis depan riset nuklir dunia. Pada 22 Juli 1947, reaktor NRX (National Research Experimental) — reaktor penelitian paling bertenaga di dunia pada saat itu — berhasil dioperasikan di Chalk River.[5]
AECL secara resmi didirikan pada tahun 1952 untuk mengambil alih Proyek Chalk River dari Dewan Riset Nasional Kanada, dengan mandat mengembangkan pemanfaatan energi nuklir secara damai.[6]
Pada tanggal 12 Desember 1952 — hanya beberapa bulan setelah AECL resmi berdiri — salah satu kecelakaan reaktor besar pertama di dunia terjadi pada reaktor NRX di Chalk River. Kombinasi kesalahan manusia dan kegagalan mekanis menyebabkan hilangnya kendali sementara atas tingkat daya reaktor. Pendinginan yang tidak memadai pada saluran bahan bakar mengakibatkan peleburan sebagian inti reaktor, yang memicu ledakan hidrogen-oksigen di dalam kalandria. Jutaan galon air radioaktif menggenang di ruang bawah gedung reaktor.[1] Pembersihan kecelakaan ini melibatkan ratusan personel militer dari Kanada dan Amerika Serikat, termasuk seorang perwira angkatan laut muda bernama Jimmy Carter — yang kelak menjadi Presiden Amerika Serikat ke-39.[1] Meski kerusakan fisik sangat parah, tidak ada korban jiwa, dan reaktor berhasil dibangun kembali dan dioperasikan kembali dalam waktu 14 bulan.[7]
Pada tanggal 24 Mei 1958, kecelakaan kedua terjadi pada reaktor NRU (National Research Universal) di Chalk River: sebuah batang bahan bakar uranium yang rusak terbakar saat sedang dikeluarkan dari inti reaktor karena pendinginan yang tidak memadai. Kebakaran ini melepaskan sejumlah produk pembakaran radioaktif yang mencemari interior gedung reaktor. Lebih dari 600 orang terlibat dalam proses pembersihan.[1]
Pelajaran dari kedua kecelakaan ini mendorong penambahan sistem keselamatan independen pada desain reaktor CANDU, yaitu sistem injeksi racun gadolinium yang dapat menyerap neutron secara cepat, terpisah dari batang kendali utama.[8]
Pengembangan reaktor CANDU
Mulai tahun 1950-an, AECL bersama Ontario Hydro dan Canadian General Electric mengembangkan reaktor CANDU (Canada Deuterium Uranium), yang menggunakan air berat sebagai moderator dan pendingin, serta uranium alam sebagai bahan bakar. Prototype pertama, reaktor NPD (Nuclear Power Demonstration), beroperasi di Rolphton, Ontario pada tahun 1962.[9]
Reaktor CANDU pertama di luar Kanada beroperasi di India (Rajasthan-1) pada awal 1970-an. Sepanjang dekade 1960-an hingga 2000-an, AECL memasarkan dan membangun fasilitas CANDU di India, Korea Selatan, Argentina, Rumania, dan Republik Rakyat Tiongkok.[1] Di dalam negeri, terdapat 22 reaktor CANDU beroperasi di Kanada, yang pada puncaknya menyuplai sekitar 20% kebutuhan listrik nasional, dengan 20 di antaranya berada di Ontario dan menyumbang sekitar 60% kebutuhan listrik provinsi tersebut.[6]
Produksi radioisotop medis
Selain pengembangan reaktor, AECL adalah pemain utama dalam produksi radioisotop untuk keperluan medis. Kanada menjadi pelopor penggunaan kobalt-60 untuk terapi kanker sejak tahun 1951, dengan dua tim peneliti secara bersamaan mengembangkan unit terapi kobalt-60 pertama di dunia di London, Ontario, dan Saskatoon, Saskatchewan.[9]
Reaktor NRU di Chalk River menjadi tulang punggung pasokan molibdenum-99 global selama beberapa dekade — pada puncaknya, NRU menyuplai 40–60% kebutuhan molibdenum-99 dunia. Radioisotop ini merupakan bahan baku untuk teknesium-99m, yang digunakan secara luas dalam prosedur pencitraan diagnostik kedokteran nuklir.[10]
Pada November 2007, penutupan darurat reaktor NRU selama 28 hari untuk inspeksi keselamatan menyebabkan krisis pasokan isotop medis global, memaksa banyak fasilitas kesehatan di Amerika Serikat dan Kanada untuk membatalkan atau menunda prosedur diagnostik.[11] Krisis ini memicu legislasi darurat di Parlemen Kanada. Reaktor NRU akhirnya dihentikan secara permanen pada tahun 2018 setelah melayani lebih dari 60 tahun.[12]
AECL juga berupaya membangun dua reaktor khusus produksi isotop bernama MAPLE (Multipurpose Applied Physics Lattice Experiment) bersama MDS Nordion. Namun proyek ini mengalami serangkaian masalah teknis dan regulasi yang berkepanjangan sejak 2000, dan akhirnya dibatalkan pada Mei 2008. Pembatalan ini memicu gugatan hukum senilai CA$1,6 miliar dari MDS Nordion terhadap AECL dan pemerintah Kanada.[11]
Selain reaktor nuklir, divisi medis AECL juga memproduksi mesin terapi radiasi seri Therac. Produk terakhir dalam seri ini, Therac-25, menjadi subjek salah satu skandal keselamatan perangkat lunak paling terkenal dalam sejarah teknologi. Antara tahun 1985 dan 1987, setidaknya enam pasien menerima dosis radiasi berlebih yang jauh melebihi batas aman akibat kekutu perangkat lunak pada sistem kendali Therac-25, mengakibatkan tiga korban jiwa dan tiga korban cedera serius permanen. Kasus ini menjadi studi kasus wajib dalam kurikulum rekayasa perangkat lunak dan etika komputer di seluruh dunia.[13]
Restrukturisasi (2009–2015)
Pada November 2007, pemerintah Kanada mengumumkan tinjauan atas struktur AECL. Setelah kajian selesai pada 2009, diputuskan bahwa AECL akan direstrukturisasi dalam dua tahap.[14]
Tahap pertama adalah penjualan Divisi Reaktor CANDU kepada Candu Energy Inc. (anak perusahaan SNC-Lavalin) seharga CA$15 juta pada Oktober 2011, dengan pemerintah mempertahankan hak kekayaan intelektual atas teknologi CANDU dan berpotensi memperoleh kembali hingga CA$285 juta melalui royalti selama 15 tahun.[15]
Tahap kedua adalah pengalihan operasi laboratorium nuklir AECL ke model Government-owned, Contractor-operated (GoCo). Pada November 2014, AECL mendirikan Canadian Nuclear Laboratories (CNL) sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimilikinya. Pada 2015, kontrak pengelolaan CNL diserahkan kepada konsorsium Canadian National Energy Alliance (CNEA) yang terdiri dari beberapa perusahaan multinasional besar.[14] Pasca-restrukturisasi, AECL menjadi perusahaan mahkota yang jauh lebih ramping dengan sekitar 45 karyawan, berfokus pada pengawasan kontrak, kepemilikan aset dan kewajiban nuklir warisan, serta pengelolaan hak kekayaan intelektual CANDU.[16]
Reaktor CANDU adalah jenis reaktor air berat bertekanan yang menggunakan uranium alam (tidak diperkaya) sebagai bahan bakar dan air berat (deuterium oksida) sebagai moderator sekaligus pendingin. Keunggulan utamanya adalah kemampuan pengisian bahan bakar saat reaktor beroperasi penuh (on-load refuelling), yang meningkatkan faktor kapasitas dan mengurangi waktu henti. Reaktor CANDU beroperasi di tujuh negara: Kanada, Argentina, Tiongkok, India, Korea Selatan, Pakistan, dan Rumania.[17]
Pada 2023, SNC-Lavalin berganti nama menjadi AtkinsRéalis, yang kini menjadi produsen asli teknologi CANDU dan terus mengembangkan desain generasi berikutnya, termasuk reaktor Candu Monark berkapasitas 1.000 MW.[17]
Fasilitas utama
Chalk River Laboratories
Chalk River Laboratories (CRL) di Chalk River, Ontario, adalah fasilitas inti AECL dan laboratorium sains dan teknologi nuklir terbesar di Kanada. Didirikan semasa Perang Dunia II, laboratorium ini menjadi tempat berbagai pencapaian bersejarah dalam teknologi nuklir, termasuk reaktor berantai nuklir terkendali pertama di luar Amerika Serikat (ZEEP, 1945). Saat ini dioperasikan oleh Canadian Nuclear Laboratories (CNL) di bawah model GoCo.
Whiteshell Laboratories
Whiteshell Laboratories di Pinawa, Manitoba, adalah bekas fasilitas riset AECL yang saat ini sedang dalam proses dekomisioning.