Suku Sámi merupakan korban dari berbagai taktik asimilasi paksa oleh pemerintah Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Rusia pada abad ke-19 dan paruh pertama abad ke-20. Sekarang, budaya dan bahasa mereka gencar dipromosikan, dilindungi hukum, dan diajarkan di sekolah-sekolah.