Ashim bin Bahdalah Abi an-Najud al-Kufi (bahasa Arab:عاصم بن أبي النجود الأسدي الكوفيcode: ar is deprecated ), atau lebih dikenal sebagai Ashim bin Abi an-Najud (Wafat pada tahun 120/127 H) adalah seorang ulama dibidang Qira'at al-Qur'an. Ia adalah salah satu Imam Qira'at Sepuluh, dan ahli qira'at di Kufah. Sebagian besar sanad-sanad qira'at berakhir kepadanya.
Ashim bin Abi an-Najud diakui sebagai ahli qira'at oleh Hammad bin Salamah yang hidup sezaman dengannya.[1] Sanadnya adalah sanad yang tertinggi setelah Ibnu Amir, dalam sanadnya antara Ashim dengan Nabi Muhammad ada dua orang. Ia meriwayatkan qira'at Ali bin Abi Thalib melalui jalan Abu Abdirrahman as-Sulami kepada Hafs bin Sulaiman al-Kufi, dan meriwayatkan qira'at Abdullah bin Mas'ud melalui jalan Zir bin Hubaisy kepada Syu'bah bin Ayyasy.
Perkataan ulama tentangnya
Ahmad bin Abdullah al-Bajali berkata: Ashim bin Bahdalah adalah seorang yang menjalankan sunnah dan ahli qira'at, yang paling pandai dibidang al-Qur'an, dan yang paling tsiqah riwayatnya.
↑Al-Mishri, Mahmud (2011). Yasir, Muhammad (ed.). Semua Ada Saatnya[Sa'atan Sa'atan]. Diterjemahkan oleh Somad, Abdul. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm.329. ISBN978-979-592-779-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)