Artemisia pallens adalah tanaman aromatik yang termasuk dalam genus ramuan atau semak kecil dan mampu bertahan di lingkungan kering (xerofit). Tanaman ini umumnya dikenal dengan nama dhavanam, yang berasal dari bahasa Sanskerta दमनक (damanaka), serta memiliki nama lokal lain dalam bahasa Tamil (மரிக்கொழுந்து, தவணம்: Marikkoḻuntu, tavaṉam), bahasa Marathi (दवणा, davaṇā), dan bahasa Kannada (ದವನ, davana). Bunganya tersusun dalam malai berbentuk bunga tandan, dengan banyak kepala bunga kecil berwarna kuning. Daunnya terlihat abu-abu atau putih karena tertutup lapisan bulu halus berwarna putih keperakan.
Kultivasi
Tanaman ini dibudidayakan secara komersial karena daun dan bunganya yang beraroma harum. Terdapat dua tipe morfologi, yaitu satu tipe tanaman pendek yang berbunga lebih cepat, dan tipe lain yang lebih tinggi dengan bunga muncul lebih lambat. Tanaman dapat diperbanyak melalui biji atau stek dan biasanya mencapai kematangan dalam waktu sekitar empat bulan. Bagian bawah batang bersifat berkayu, sedangkan cabang tahunan tetap herba. Tanaman ini terutama dibudidayakan di beberapa negara bagian India, termasuk Andhra Pradesh, Karnataka, Maharashtra, dan Tamil Nadu.[1]
Taksonomi
Nama ilmiah Artemisia pallens pertama kali dicatat oleh Wall. ex Besser dalam publikasi Nouv. Mém. Soc. Imp.Naturalistes Moscou (vol. 3, hal. 85) pada tahun 1832.[2] Kata pallens berasal dari bahasa Latin yang berarti “pucat” atau “berwarna terang keperakan”, kemungkinan digunakan untuk menggambarkan warna daun atau keseluruhan tampilan tanaman yang memiliki nuansa abu‑abu keperakan.[3]
Kegunaan
Daun dan bunga Artemisia pallens menghasilkan minyak esensial yang dikenal sebagai minyak Davana. Beberapa spesies dalam genus ini juga menghasilkan minyak esensial, digunakan sebagai pakan ternak, atau menjadi sumber senyawa kimia antelmintik seperti santonin. Bunga tanaman ini sering dipersembahkan kepada Dewa Siwa oleh para pemuja dan digunakan untuk menghias altar sepanjang hari. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian oral ekstrak berair atau metanol dari bagian udara tanaman dalam dosis tinggi dapat menurunkan kadar glukosa darah pada kelinci dan tikus yang diberi glukosa atau diinduksi dengan aloksan.[4][5] Meskipun jarang digunakan dalam masakan, di India bunga ini kadang-kadang dicampur dalam teh herbal untuk menambahkan aroma dan rasa.[6]
Referensi
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
↑Subramoniam, A; Pushpangadan, P; Rajasekharan, S; Evans, DA; Latha, PG; Valsaraj, R (1996). "Effects of Artemisia pallens Wall. On blood glucose levels in normal and alloxan-induced diabetic rats". Journal of Ethnopharmacology. 50 (1): 13–7. doi:10.1016/0378-8741(95)01329-6. PMID8778502.