Arsari Group adalah kelompok usaha investasi multisektor asal Indonesia yang didirikan pada tahun 2006 oleh Hashim S. Djojohadikusumo. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor strategis, antara lain pertambangan, energi terbarukan, sumber daya air, perkebunan dan kehutanan, budidaya kelautan, infrastruktur digital, serta filantropi yang kantor pusatnya berada di Jakarta.[1][2] Penggunaan nama "Arsari" sendiri merupakan akronim dari nama anak-anak Hashim dan istrinya Anie Djojohadikusumo, yaitu Aryo, Sara, dan Indra.[3]
Saat ini Arsari Group dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo (Pendiri dan Presiden Direktur), Aryo P.S. Djojohadikusumo (Wakil Direktur dan Direktur Operasional), dan S. Indrawati Djojohadikusumo (Direktur Keuangan). [4]
Sejarah
Bisnis Hashim Djojohadikusumo bermula saat masa order baru dimana memperoleh kesuksesan melalui beberapa perusahaan di bawah Tirta Mas Group yaitu Bank Niaga, PT Semen Cibinong, dan PT Batu Hitam Perkasi. Namun saat krisis moneter 1998 mengakibatkan bisnisnya terdampak dan tersangkut masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) 2002.[3]
Arsari Group memiliki beberapa entitas lain diantaranya Arsari Tambang, Arsari Enviro Industri, dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (filantropi).
Pada proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan, Arsari Group turut serta mengerjakan beberapa sektor diantaranya reboisasi lahan, penyediaan air bersih, konservasi, biofuel, dan pengembangan fasilitas olahraga.[2]
Unit usaha
Arsari Group memiliki beberapa unit usaha, diantaranya: