Sebelum menjadi pemain sepak bola, Arpani mencari uang dengan cara mengejar-ngejar kijang di hutan kampung halamannya. Ia sudah melakukannya sejak usia 10 tahun. Dari kijang itulah lari ia jadi cepat.[2]
Bakat sepak bolanya juga terbilang menarik, karena ia tak pernah mencicipi SSB (Sekolah Sepak Bola). Pada usia 19 tahun, ia nekat masuk tim Mitra Kukar U-21. Ia mengaku bahwa kemampuan mengolah bola didapatkannya secara otodidak. Ia menemukan teknik bermain dengan cara menendang-nendang bola sendiri. Ia juga mengatakan bahwa bakatnya saat ini lahir dari kakeknya yang dulu juga pemain sepak bola.[3]