Anak Agung Gde NgurahAri Dwipayana (lahir 24 Februari 1972) adalah seorang pengamat politik dan juga dosen di Departemen Politik dan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. Ari Dwipayana menyelesaikan pendidikan S1 nya di jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM tahun 1995, Pada tahun 2003, Ari memperoleh gelar Master Ilmu Politik di universitas yang sama, dan selanjutnya meraih gelar Doktor Ilmu Politik UGM tahun 2013. Ari Dwipayana telah mengabdi di Almamaternya sebagai dosen sejak tahun 1997.[1]
Selain sebagai Dosen di UGM, Ari Dwipayana juga menjadi seorang peneliti dan aktivis sosial di Institute for Research Empowerment Yogyakarta, Yayasan Interfidei Yogyakarta serta Yayasan Uluangkep, organisasi non-pemerintahan yang bergerak dalam penelitian dan pemberdayaan desa adat di Bali. Pada tahun 2019 ia diberi kepercayaan sebagai ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud yang bergerak dalam pelestarian dan pemajuan budaya Bali. Selain itu, ia juga merupakan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada dua periode, masa bhakti 2014-2024. Pada Desember 2014 masuk ke Pemerintahan menjadi Staf Khusus Kemensetneg, Prof.Dr. Pratikno. Pada September 2015, PresidenJoko Widodo mengangkat A.A.G.N. Ari Dwipayana sebagai Staf Khusus Presiden RI yang menangani Komunikasi Presiden (2015-2019). Ari menggantikan Teten Masduki yang telah dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Di Tim Komunikasi Presiden, Ari bertugas bersama Sukardi Rinakit menyiapkan bahan pidato, arahan dan butir wicara Presiden serta menyampaikan informasi kepada publik mengenai kegiatan dan berbagai penjelasan presiden.[2] Pada 2019-2024, Ari Dwipayana menjabat sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden RI. Atas pengabdian pada negara, Ari mendapatkan anugerah Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, Agustus 2023.
Tradisi Keilmuan
Buku
Buku karya Ari Dwipayana antara lain:
Kelas dan Kasta: Pergulatan Kelas Menengah di Bali (2001)
Agama dan Negara: Perspektif Agama-agama (2001)
Membangun Desa Secara Partisipatif (2003)
Desa Adat: Antara Otentisitas dan Demokrasi (2003)
Bangsawan dan Kuasa: Kembalinya Para Ningrat di Dua Kota (2004)
Promosi Otonomi Daerah (2004)
Jalan Terjal Reformasi Lokal (2004)
Globalism: Pergulatan Politik Representasi atas Bali (2005)
Cost of Democracy di Tiga Kabupaten (2006)
Ari Dwipayana juga menjadi editor buku-buku di antaranya adalah:[1]
Mutiara Perubahan, Inovasi dan Emansipasi Desa dari Indonesia Timur (2013)