Tempat rehabilitasi orang utan di Arboretum Nyaru Menteng.
Informasi
Lokasi
Kelurahan Tumbang Tahai Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya
Negara
Indonesia
Pengelola
Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah
Jenis objek wisata
Konservasi
Luas
65,2
Fasilitas
tempat parkir, toilet, penerangan listrik, sarana ibadah, tempat sampah, dan gazebo
Arboretum Nyaru Menteng adalah sebuah kawasan hutan yang di dalamnya terdapat banyak species flora dan fauna, yang menjadi objek wisata menarik di kota tersebut. Di lokasi ini banyak terdapat koleksi kehutanan dengan berbagai jenis seperti tanaman geronggang, meranti, cemara, dan tampan. Terdapat juga proyek reintroduksi sekitar 200 ekor orang utan.[1][2][3]
Ketinggian wilayah ini adalah ±25 mdpl, topografi kawasan Arboretum Nyaru Menteng secara keseluruhan datar dengan kelerengan 0% - 2%. Formasi geologi kawasan ini tersusun dari lapisan kuarter miosen atas intrusif dan flutonik. Jenis tanah terdiri dari jenis organosol, humus alluvial dan regosol dari batuan induk alluvial dengan fisiografi daratan serta kondisi drainase tergenang sehingga masuk dalam kategori tanah berawa dan bergambut dengan ketebalan gambut 1-2 m. Kondisi air tanah memiliki tingkat keasaman 3,3 s.d. 5,8.[4]
Adanya pusat reintroduksi orang utan di dalam kawasan ini menjadi objek dan daya tarik bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal.[5] Kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah wisata pendidikan konservasi orang utan dan pengenalan ekosistem rawa gambut, pembinaan cinta alam bagi pelajar, mahasiswa, pramuka dan generasi muda.[4]
Fasilitas Wisata
Pusat informasi reintroduksi orang utan,bumi perkemahan, aula pertemuan, shelter, pondok kerja, tempat parkir, pos jaga, dan MCK.[4][6]
Aksesibilitas
Untuk menuju ke Arboretum Nyaru Menteng sangat mudah dijangkau, karena telah dibangun fasilitas jalan aspal yang memungkinkan dilalui baik kendaran roda dua maupun roda empat.[7] Dari Palangka Raya ke Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan darat ± 30 menit yaitu melalui jalan Tjilik Riwut menuju ke arah Tangkiling dan pada Km 28 belok ke kanan menuju arah Taman Wisata Danau Tahai.[4]
Pengelolaan
Sejak tahun 1994 pengelolaan arboretum ini dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, setelah mendapat pelimpahan kewenangan untuk mengelola arboretum dari Kanwil Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah melalui suratnya No. 3274/Kwl-5/I/1994 tanggal 9 Februari 1994. Pengelolaan di lapangan dilaksanakan oleh Seksi Konservasi Wilayah I Palangka Raya.[4]