Kecelakaan kereta api Trowek 1995 adalah peristiwa luar biasa hebat yang melibatkan 2 rangkaian kereta anjlok di petak antara Trowek (sekarang disebut Cirahayu) dan Cipeundeuy pada tanggal 25 Oktober 1995 pukul 00:10 WIB. Sebelumnya di tempat yang tidak jauh, terdapat tempat dimana letak terjadinya Tragedi Trowek 1959/1962.
Peristiwa ini bermula ketika KA Kahuripan jurusan Pasar Senen-Kediri via Bandung yang di Tarik Lokomotif CC201 05 (kini menjadi CC 201 77 04) tiba di stasiun Cibatu dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 23:05 WIB, setelah KA Galuh jurusan Pasar Senen-Banjar yang Ditarik Lokomotif CC201 75R (kini menjadi CC 201 89 03) tiba pada pukul 22:35 WIB. Diketahui, KA Galuh sendiri mengalami kondisi gangguan pada lokomotif. Solusi yang dipilih adalah dengan menggabungkan rangkaian KA Kahuripan dengan KA Galuh. Pada Akhirnya, kedua kereta tersebut dapat diberangkatkan pada pukul 23:38 WIB.[1]
Ditengah perjalanan
Mereka Melewati beberapa stasiun sebelum akhirnya berhenti di Tasikmalaya. Beberapa saat kemudian, rangkaian tersebut melewati Stasiun Cipeundeuy sebelum akhirnya mengalami masalah genset lokomotif. Tak disangka, rangkaian tersebut berjalan dengan kecepatan melebihi ambang batas maksimal. Setelah melewati jembatan Trowek, kedua lokomotif keluar dari jalur dan menghantam tebing di sampingnya sebelum rangkaian lain menyusul. 4 Kereta terjatuh di sisi kanan, salah satunya terprosok ke jurang sedalam 10 meter. Mengenaskannya, banyak penumpang yang memilih untuk keluar dari kereta yang berujung jatuh dari kereta mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka yang terus bertambah.[2]