Angkatan Darat ke-12 dibentuk pada 13 Oktober 1939, di bawah komando GeneraloberstWilhelm List.[1] Angkatan darat ini awalnya terlibat dalam aksi defensif di sepanjang Garis Siegfried, angkatan darat ini merupakan bagian dari Grup Angkatan Darat A pimpinan Rundstedt yang bertanggung jawab atas serangan Ardennes. Angkatan darat ini membawahi tujuh divisi infanteri dan satu divisi gunung pada Mei 1940. Setelah menerobos Sungai Meuse di dekat Sedan, divisi-divisi infanterinya bertempur menuju Aisne. Dalam Fall Rot berikutnya, angkatan darat ini bergerak ke perbatasan Swiss dan mengamankan garis demarkasi dengan Zone libre. Sepanjang sisa tahun 1940, angkatan darat ini ditugaskan untuk menjalankan tugas pendudukan di Prancis.[2]
Kampanye Balkan
Pada Februari 1941, kesepakatan antara Generalfeldmarschall List dan Staf Umum Bulgaria memberi izin bagi pasukan Jerman untuk melintasi wilayah negara tersebut. Pada malam 28 Februari, unit-unit Angkatan Darat Jerman menyeberangi Sungai Donau dari Rumania lalu menduduki berbagai posisi strategis di Bulgaria.
Pada 6 April, elemen-elemen Angkatan Darat ke-12 mulai merangsek ke Yugoslavia dan Yunani. Pertahanan Yugoslavia menjadi yang pertama runtuh. Setelah enam bulan terkuras oleh pertempuran melawan Italia, pasukan Yunani akhirnya tak sanggup membendung gempuran 15 divisi Angkatan Darat ke-12, yang empat di antaranya merupakan divisi lapis baja. Seiring melemahnya militer Yunani, empat divisi Persemakmuran yang sebelumnya didatangkan dari Afrika Utara untuk memberi bantuan terpaksa dievakuasi usai menderita kekalahan dalam Pertempuran Olympus dan Thermopylae.[3][2] Sebagian unit dari angkatan darat ini kelak turut diterjunkan dalam penaklukan Kreta serta Kepulauan Aegea. Sejak Juni 1941 hingga penghujung 1942, Angkatan Darat ke-12 diberikan tugas-tugas pendudukan di Kroasia, Serbia, dan Yunani.
Pada 1 Januari 1943, struktur Angkatan Darat ke-12 dilebur dan diorganisasi ulang menjadi Grup Angkatan Darat E (Heeresgruppe E).
Kendati sempat berhasil merangsek hingga ke Potsdam, laju Angkatan Darat ke-12 berhasil dihentikan oleh pasukan Tentara Merah Soviet yang unggul dalam jumlah, hingga memaksa mereka membatalkan misi pembebasan Berlin tersebut. Angkatan Darat ke-12 kemudian bergabung dengan sisa-sisa Angkatan Darat ke-9 pimpinan General der InfanterieTheodor Busse yang telah hancur di selatan Beelitz. Di tengah kekacauan akibat terobosan Soviet, mereka berhasil membuka koridor evakuasi ke arah barat. Jalur ini memungkinkan baik para prajurit maupun ribuan pengungsi sipil untuk menyeberangi Sungai Elbe di Tangermünde demi menyerahkan diri kepada pasukan Amerika antara 4 hingga 7 Mei 1945.
Komandan
â„–
Potret
Komandan
Mulai jabatan
Akhir jabatan
Lama menjabat
1
List, WilhelmGeneraloberst Wilhelm List (1880–1971)
13 Oktober 1939
29 Oktober 1941
7002747000000000000â™ 2Â tahun, 16Â hari
2
Kuntze, WalterGeneral der Pioniere Walter Kuntze (1883–1960)
123Tessin, Georg (1973). Verbände und Truppen der deutschen Wehrmacht und Waffen-SS im Zweiten Weltkrieg 1939–1945. Vol. 3. Biblio Verlag. hlm. 229–230.
↑Shirer, William L. (1950,1962), The Rise and Fall of the Third Reich: A History of Nazi Germany, halaman 1079-1083, Cetakan ke-34, diterbitkan oleh Ballantine Books ISBN0-449-21977-1
↑World War II Data Book, J. Ellis, 1993 Aurum Press, Hlm. 94. ISBN1854102540