Jinto Hounsinou Kandjo Manta Zogbin Kidjo,[1][2][3] (lahir 14 Juli 1960) adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan Benin.
Peraih Grammy dalam beberapa nominasi ini dikenal tidak hanya sebagai musisi, namun juga seorang aktivis. Sebagai aktivis, ia berperan besar sebagai pendiri Batonga Foundation sejak 2006. Dia juga didaulat sebagai salah satu UNICEF GoodwillAmbassador sejak tahun 2002.
Kidjo dilahirkan di Ouidah, Benin. Ayahnya berasal dari The Fon People of Ouidah dan ibunya berasal dari the Yoruba people. Sejak kecil, Kidjo telah akrab dengan musik tradisional Benin, Miriam Makeba, Hugh Masekela, James Brown, Manu Dibango, Otis Redding, Jimi Hendrix, Fela Kuti, Stevie Wonder, Osibisa, dan Santana. Pada saat Kidjo berusia enam tahun, ia tampil bersama rombongan teater ibunya,[5] membuatnya semakin mencintai kesenian tradisional. Dia memulai debutnya bernyanyi bersama band di sekolahnya, Les Sphinx dan sukses di usia belia saat menirukani salah satu lagu Miriam Makeba yang bertajuk "Les Trois Z", yang sedang mengudara di radio milik negara. Kidjo merekam album Pretty bekerjasama dengan produser dari Kamerun, Ekambi Brilliant dan saudaranya Oscar. Album tersebut berisikan lagu "Ninive", "Gbe Agossi" dan sebuah lagu persembahan yang ditujukan kepada penyanyi idolanya BelKesuksesan album perdananya tersebut mengantarnya dalam tur ke penjuru West Africa. Sayangnya, konflik politik yang berkelanjutan di Benin, membuatnya tidak bisa melanjutkan karier bermusiknya di negerinya sendiri. Kidjo, kemudian hijrah ke Paris pada tahun 1983 untuk mengembangkan karier bermusiknya.
Batonga Foundation[14] didirikan Kidjo pada tahun 2006 dengan misi memberdayakan dan mendidik remaja putri di Afrika Sub-Sahara. Batonga memiliki visi "beyond the paved road" dengan menargetkan remaja putri yang terpinggirkan dan membekali mereka pengetahuan serta keterampilan-keterampilan yang dapat mendukungnya hidup sehat dan mandiri secara finansial. Pendekatan berbasis data yang dilakukan oleh Batonga memungkinkan mereka menjangkau remaja putri yang kurang beruntung tersebut lalu merekrut mereka ke dalam perkumpulan - perkumpulan remaja putri, memberikan ruang yang aman untuk belajar, berkumpul maupun terhubung dan meningkatkan taraf hidup dan mata pencaharian mereka. Batonga teguh menjalankan misinya dalam rangka memoles para remaja putri yang paling terabaikan di wilayah Afrika Barat yang berbahasa Perancis sekaligus memberdayakan mereka untuk menjadi agen perubahan di komunitas dan kehidupan mereka sendiri.