Hingga 2016, Avast Software telah memiliki 400 juta pengguna dan menguasai 40% pasar perangkat lunak keamanan di dunia, kecuali Tiongkok.[4] Perusahaan ini memiliki lebih dari 1.000 karyawan dengan kantor di Ceko dan 15 negara lainnya, meliputi Amerika Serikat, Britania Raya, Jerman, Korea Selatan, Norwegia, Rusia, Swiss, Taiwan, dan Tiongkok.[5][6] Avast secara konsisten menawarkan perangkat lunak antivirus bebas bayar atau gratis sejak 2001.[1]
Avast adalah perangkat lunak antivirus besutan Pavel Baudis dan Eduard Kucera.[9] Awalnya, Avast adalah nama sebuah perangkat lunak antivirus buatan Pavel Baudis dan Eduard Kucera yang telah meraih berbagai penghargaan.[10] Pada 2010, mereka menggunakan nama Avast sebagai pengganti nama perusahaan perangkat lunak keamanan rintisan meraka, ALWIL.[11] Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perangkat lunak keamanan yang tengah mereka kembangkan. Nama Avast memiliki kemiripan dengan istilah maritim dalam bahasa Inggris yang berarti "berhenti".[12]
Pada 1995, karyawan Avast, Ondřej Vlček mengembangkan program antivirus pertama untuk sistem operasi Windows 95.[13] Pada 1 Juni 2001, Avast mulai merilis program antivirus gratisnya.[14]
Pada 2010, Avast mengubah sebuah gambar ameba yang dikembangkan oleh karyawan perusahaan, Martin Novák.[12] Di tahun yang sama, Avast memiliki investor pertamnya, yaitu Summit Partners.[15] Pada 2014, logo Avast didesain ulang dengan gaya datar, garis-garis lebih tegas, bentuk lebih sederhana, dan siluetnya lebih abstrak.[12] Di tahun ini pula, CVC Capital Partners masuk dan menanamkan sekitar satu miliar dolar AS.[15] Pada 2016, logo Avast kehilangan tanda serunya dan menggunakan huruf yang bulat.[12] Pada 2021, logo Avast tetap mempertahankan warna jingga dan tidak lagi mempertahankan bentuk ameba (percikan).[12]
Produk
Avast memiliki beberapa lini produk, mulai dari program keamanan untuk rumah, bisnis, dan rekanan atau mitra.[16] Program keamanan untuk rumah menawarkan perangkat lunak versi gratis yang disebut Avast Free Antivirus dan berbayar yang disebut Avast Premium Security. [17] Lini produk untuk bisnis memiliki beberapa fitur unggulan, seperti proteksi yang lebih kompleks dari perangkat lunak iklan, virus troya, pengelabuan, perangkat pengintai, hingga perangkat lunak penyandera. [18] Avast untuk bisnis bahkan menyediakan dukungan jarak jauh, manajemen pemutakhiran (dukungan untuk komputer dengan operasi sistem Windows), dan pemulihan serta pencadangan.[19]
Avast diberitakan pula meluncurkan program antivirus untuk pengguna gawai dan ponsel pintar bersistem operasi Android dan Iphone.[20] Beberapa produk Avast bahkan telah dilengkapi dengan akal imitasi untuk menambah tingkat perlindungan, seperti pada produk Scam Guardian dan Scam Guardian Pro.[21] Fitur-fitur pada program berbasis Android dan Iphone tersebut, di antaranya proteksi modus yang dapat menginfeksi pengguna dari celah keamanan pada pesan pendek (pesan singkat), surat elektronik, dan peramban.[22]
Avast meningkatkan cakupan perlindungannya dengan merilis Avast One, versi baru.[23] Avast One menawarkan perlindungan dari yang berbayar maupun gratis dalam aplikasi yang sama.[24] Salah satu keungulan Avast One ialah tersedia di Windows, macOS, Android, dan iOS, dengan paket berbayar yang mencakup perangkat desktop dan gawai (mobil) dalam satu langganan tunggal.[25]
Pendapat pengguna
Avast dikenal karena menyediakan perangkat proteksi virus versi gratis.[26] Avast antivirus gratis memiliki fitur atau alat yang penuh dampak dan cukup terjangkau pada langganan tahun pertama.[27] Avast anti modus dapat memblokir modus atau penipuan yang dikirimkan ke perangkat pengguna melalui pesan singkat dan surat elektronik.[28] Walaupun Avast dapat dipasang pada Windows, Android, macOS, dan iOS, tetapi belum pada sistem operasi Linux.[27] Selain itu, Avast membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan pemindaian virus penuh pada perangkat komputer.[29] Avast antivirus gratis juga membatasi beberapa fitur yang hanya tersedia pada versi premium atau berbayar.[30] Dalam hal data pengguna, Avast dilaporkan telah menjual data pelanggan kepada lebih dari 100 pihak ketiga antara tahun 2014 hingga 2020.[31] Masalah ini membuat Avast harus menanggung denda sebesar 16,5 juta dolar AS dari Komisi Perdagangan Federal.[32] Avast dituduhkan menjual data pengguna sejak 2024.[33]
↑then, Attila Tomaschek Dianna Gunn Web Hosting Expert Dianna Gunn built her first WordPress website in 2008 Since; Websites, She's Poured Thousands of Hours into Understanding How; ThemeIsle, online businesses work She's shared what she's learned on blogs like; BloggingPro; Expert, DomainWheel She now works for CNET as a Web Hosting; Hosting, Creating in-Depth Guides on Web; Hosting, reviewing the top web hosting companies to help folks preparing to build a website for the first time Expertise Web; Press, Online Business Management See full bio Clifford Colby Former Managing Editor Clifford led How To coverage He spent a handful of years at Peachpit; magazines, editing books on everything from the first iPhone to Python He also worked at a handful of now-dead computer (2026-04-16). "Best Antivirus 2026: A Tight Race, but Two Providers Lead the Pack". CNET (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-08.Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)