Aluma pertama kali belajar agama kepada Angku Sutan Koto Tuo, salah satu murid Tuanku Nan Tuo. Selain Angku Sutan Koto Tuo, Aluma juga belajar kepada Syekh Muhammad Yusuf di Pakan Kamis dan Tuanku Limo Puluah di Malalo.[2]
Setelah belajar kepada beberapa ulama Syattari, Tuanku Aluma membuka surau yang kini menjadi Masjid al-Ihsan Galudur, Koto Tuo.[3] Dalam perkembangannya, ia memiliki beberapa murid yang kemudian menjadi ulama terkemuka. Beberapa muridnya tersebut antara lain Tuanku Mahmud, Tuanku Manson/Mansur ,Tuanku Ismail Koto Tuo, Syekh Ismail Kiambang, Angku Panjang Sungai Sarik, Angku Paingan, Angku Talawi, dan Tuanku Musa Tapakis.[4]