Secara umum, alas digunakan (bersama dengan garis tinggi) untuk menghitung luas bangun datar dan volume bangun ruang. Sebagai contoh, penggunaan alas dipakai dalam luas jajar genjang atau volume prisma, yang dapat dihitung dengan mengalikan alas-nya dengan garis tinggi. Demikian pula, luas segitiga dan volume kerucut (atau limas) dihitung sebagai pecahan dari hasil kali alas dan garis tingginya. Ada beberapa bangun datar, seperti trapesium dan frustum, yang mempunyai dua alas yang sejajar, dan kedua bangun datar tersebut digunakan untuk menghitung luasnya angka.[1]
Alas diperluas segitiga
Garis tinggi segitiga yang digambar dari titik memotong alas diperluas segitiga di titik (titik yang berada di luar segitiga).
Terdapat sebuah kasus istimewa dari sisi diperluas, yaitu alas diperluas segitiga (bahasa Inggris:extended base of a trianglecode: en is deprecated ). Alas diperluas segitiga adalah suatu garis yang mengandung alas segitiga. Alas diperluas ini merupakan garis yang penting dalam segitiga tumpul, sebab garis tinggi dari titik sudutbersudut lancip merupakan sudut luas dari segitiga, dan garis tinggi segitiga tegak lurus memotong alas diperluas segitiga yang berhadapan (bukan alas segitiga).