Akper PGP didirikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawat terlatih di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Pada 2005, kampus ini memperoleh akreditasi B dari Kementerian Kesehatan. Status akreditasi ditingkatkan menjadi A oleh BAN-PT pada 2013, setelah evaluasi standar pendidikan. Sejak itu, program studi diperluas untuk mencakup spesialisasi seperti fisioterapi dan bank darah, sesuai regulasi nasional.[2]
Program studi
Akademi Keperawatan Persada Garuda Pusaka menyelenggarakan program studi di bidang keperawatan dan kesehatan yang mengikuti standar profesi nasional.[2]
Program Diploma III Keperawatan
Mencakup pembelajaran keterampilan dasar perawatan pasien, mulai dari asesmen hingga intervensi klinis, dengan praktik di fasilitas seperti rumah sakit atau puskesmas; lulusannya memperoleh gelar Ahli Madya Keperawatan dan dapat mengikuti ujian profesi untuk bekerja di layanan kesehatan primer.
Program Sarjana Keperawatan
Melanjutkan dengan materi manajemen tim medis, pengambilan keputusan etis, dan kepemimpinan dalam keperawatan komunitas, mempersiapkan lulusan untuk mengelola unit keperawatan di rumah sakit atau lembaga kesehatan.
Program Sarjana Fisioterapi
Membahas pengelolaan rehabilitasi fisik, termasuk diagnosis dan terapi untuk gangguan muskuloskeletal seperti cedera tulang atau kondisi pasca-operasi, melalui integrasi anatomi dengan teknik manual dan alat bantu.
Program Diploma III Bank Darah
Menangani prosedur pengumpulan, pengujian, penyimpanan, serta distribusi darah, sesuai regulasi Kementerian Kesehatan untuk menjaga keamanan di fasilitas medis.
Kurikulum
Kurikulum mencakup mata kuliah seperti anatomi, keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, dan etika profesi. Pengajaran menggabungkan teori, diskusi, dan praktik klinis di rumah sakit mitra. Mahasiswa wajib magang untuk pengalaman lapangan.[2]
Fasilitas dan Kegiatan Kampus
Fasilitas Akper PGP meliputi laboratorium keperawatan, ruang kelas, dan perpustakaan khusus kesehatan. Praktik dilakukan di fasilitas kesehatan rekanan di Jakarta.[1]
Sementara kegiatan mahasiswa mencakup keterlibatan dalam organisasi, kegiatan olahraga, pengabdian masyarakat, seminar kesehatan dan acara ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan keterampilan.[2]