Sinopsis
Aira sedang berada di puncak kebahagiaan saat bersiap menyambut hari pernikahannya dengan sang kekasih, Adrian. Namun, sehari sebelum harinya itu, sebuah permintaan dari atasannya, Haris, memaksanya kembali ke kantor untuk mengirimkan sebuah email yang terlupa.
Keputusannya itu menjadi titik awal tragedi yang mengubah hidup Aira selamanya. Di kantor, Aira tanpa sengaja menjumpai aksi perampokan yang dilakukan dua lelaki tak dikenal. Dalam kepanikan, ia berusaha menyelamatkan diri, tetapi justru menjadi korban kekerasan brutal. Salah satu pelaku, Edwin menganiaya dan memperkosa Aira, meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam yang tak terbayangkan.
Aira selamat, tetapi kehidupannya runtuh karena ia tidak mengetahui identitas para pelaku karena wajah para perampok tertutup rapat dan ditambah ia sempat tak sadarkan diri. Trauma itu membuat masa depannya hancur.
Adrian, yang tak sanggup menerima kenyataan itu, memilih untuk membatalkannya. Farhan, ayah Aira, terpukul melihat putri satu-satunya kehilangan senyum dan harapannya. Berbeda dengan Farhan, Laras, ibu tiri Aira, justru diliputi rasa malu dan tekanan sosial akibat gunjingan masyarakat. la mendesak Farhan buat pindah rumah demi menghindari aib keluarganya.
Di sisi lain, Haris diliputi rasa bersalah yang mendalam karena telah memanggil Aira kembali ke kantor pada malam itu. Ujian bagi Aira terasa bertambah berat ketika ia mengetahui dirinya hamil akibat insidennya itu.