Air Djibouti-Red Sea Airlines (1971-2002)
Air Djibouti–Red Sea Airlines dibentuk pada bulan April 1971 sebagai hasil dari Air Somalie (didirikan oleh Air France dan Les Messagéries Maritimes di tahun 1962) mengambil alih peran Air Djibouti yang telah didirikan pada tahun 1963. Di tahun 1977, setelah kemerdekaan Djibouti, pemerintah meningkatkan nilai partisipasinya dalam maskapai menjadi 62,5%, Air France memegang 32,29% dan bank serta investor swasta memegang sisanya. Pada bulan Juli tahun 1980, terdapat 210 jumlah pegawai yang bekerja dan armada yang terdiri dari dua pesawat Twin Otter. Saat ini, rute penerbangan domestik beroperasi bersamaan dengan rute penerbangan internasional menuju Aden, Hodeida dan Taiz. Addis Ababa, Kairo dan Jeddah juga beroperasi bersama dengan Air France. Dengan armada yang terdiri dari dua pesawat DC-9-30s dan dua pesawat Twin Otter, pada bulan Maret tahun 1990, Air Djibouti memiliki Abu Dhabi, Aden, Addis Ababa, Kairo, Dire Dawa, Hargeisa, Jeddah, Nairobi, Paris, Roma dan Sana'a sebagai bagian dari rute layanan penerbangan internasional, juga penerbangan domestik menuju Obock dan Tadjoura. Presiden maskapai saat itu ialah Aden Robleh Awaleh dengan jumlah pegawai sebesar 229 orang. Maskapai ini menghentikan pengoperasian layanannya pada tahun 1991.
Maskapai kembali diaktifkan pada tahun 1997 dan layanan mulai beroperasi lagi pada bulan Juli tahun 1998 menggunakan pesawat sewa Airbus A310-200 bekas Kuwait Airways dengan kapasitas 194 penumpang, pesawat A310 lalu dioperasikan dengan jadwal rute menuju Addis Ababa, Asmara, Kairo, Dar-es-Salaam, Dubai, Jeddah, Johannesburg, Karachi, Khartoum, Mogadishu, Mombasa, Muscat, Nairobi, Roma dan Taiz. Layanan operasi dihentikan di tahun 2002.