Dalam sebuah keputusan yang dibacakan di televisi negara pada 20 Mei 2008, Presiden Lansana Conté mundur dan menunjuk Souaré untuk menggantikannya sebagai Perdana Menteri.[2][3][4] Souaré, seorang teknokrat,[5] sangat dekat dengan Conté, sama dengan Lansana Kouyaté, yang ditunjuk untuk memperbaiki persatuan dagang yang mogok pada 2007 dan memiliki hubungan renggang dengan Conté,[4] dan penunjukan Souaré dipandang sebagai usaha menguatkan posisi Conté. Pihak oposisi mendesak Souaré untuk mengundang oposisi untuk berpartisipasi dalam pemerintahannya, sesuatu yang belum pernah dilakukan Kouyaté.[5]