Ahmad Erani menempuh pendidikan sarjana di Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya pada 1996.[3] Ia melanjutkan studi di University of Göttingen, Jerman, meraih gelar M.Sc pada 2001 dan Ph.D pada 2005 dengan spesialisasi Ekonomi Kelembagaan.[4]
Karier akademik
Erani memulai karier akademik sebagai dosen di Universitas Brawijaya sejak 1997. Ia pernah menjabat Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi (2007–2009) dan Pembantu Dekan I Bidang Akademik (2009–2010). Pada 1 Juni 2010, ia diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan.[5]
Karier birokrasi dan profesional
Erani pernah menjabat sebagai:
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) 2008–2015.[6]
Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia 2010–2017.
Ketua Focus Group Infrastruktur PP ISEI 2012–2015 dan Ketua Focus Group Ekonomi Kreatif PP ISEI 2016–2019.
Anggota Dewan Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) 2011–2017.
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa 2015–2017.
Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan 2017–2018.
Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi 2018–2019.
Kepala Sekretariat Wakil Presiden 2022.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 2025–sekarang.
Sekretaris Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, serta pernah menjabat di PT Waskita Karya dan PT Inalum.[7]
Penghargaan
Dosen Berprestasi I Universitas Brawijaya (2006, 2009)
Dosen Berprestasi Tingkat Nasional (2007)
Penulis Buku Paling Produktif Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (2007)[8]