Pendapatnya yang dituangkan dalam disertasinya adalah tentang kelompok sebagai milieu dari kitab Daniel. Menurut Santoso, kelompok ini disebut sebagai kelompok maskilim. John J. Collins menguatkan pandangan Santoso.[6] Lebih jauh, Collins mengidentifikasi, bahwa kelompok Qumran sangat berhubungan dengan kelompok maskilim ini. Terutama untuk kelompok di balik naskah-naskah Mazmur di Qumran.
"Relevansi Kitab Perjanjian Lama bagi Gerakan Keadilan Sosial dan Pembebasan bagi yang Tertindas", Dalam: Spiritualitas dan Kepemimpinan Kristiani, Minggus Minarto Pranoto & Hendarto Supatra (Eds.), Semarang: Departemen Pendidikan Sinode GIA & Andi Offset, 2008. ISBN 979-763-940-1
"Paulus dan Hukum Taurat: Sebuah Studi tentang New Perspective on Paul dan Program Delutherisasi": Dalam: Festschrift 70 Tahun Prof. Dr. Martin Harun. Tak Berbatas Tak Bermegah, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2011.
Pernikahan Arjuna: Sebuah Epik Arjunawiwaha Karya Empu Kanwa, Cipanas: Cipanas Press, 2014. ISBN: 978-602-70123-1-8 (ISBN Edisi Inggris 978-1-291-87760-1)
Bahasa Feminis Calwanarang dan Perbandingannya dengan Arjunawiwaha, Laporan Penelitian Dana Hibah Penelitian Kompetitif, Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia, 2013.