Adiantum raddianum, juga disebut suplir kelor, adalah sejenis suplir yang cukup populer sebagai tanaman hias meja atau taman kecil.[2] Nama umumnya diambil dari bentuk daunnya yang kecil-kecil, agak membulat, dan berkerumun seperti daun kelor.
Entalnya relatif kecil, paling panjang mencapai 40cm, berbentuk seperti segitiga membulat dan tumbuh agak tegak lalu menjuntai jika telah mencapai ukuran penuh. Ukuran daun maksimum 1cm.
Di Indonesia, A. raddianum lebih suka tumbuh di kawasan pegunungan yang sejuk, dan tumbuh liar di tepi-tepi parit berbatu atau tebing. Tumbuhnya terhambat apabila dipelihara di dataran rendah.[3]
Kultivar pilihan
A. raddianum memiliki beberapa kultivar yang dikembangkan oleh para penangkar. Beberapa di antaranya yang populer adalah
A. raddianum 'Brilliantelse', pernah mendapat penghargaan dari The Royal Horticultural Society (RHS) di Inggris[4][5]
A. raddianum 'Fragrans'
A. raddianum 'Melati', salah satu kultivar lokal Indonesia, sudah langka, penampilannya mirip dengan A. tenerum 'Bessonianum'
A. raddianum 'Kensington Gem', pernah mendapat penghargaan dari RHS.[4]