Pendidikan
Adi Arriansyah merupakan lulusan Jurusan Teknik Elektro Universitas Telkom, dengan latar belakang yang kuat dalam teknologi dan inovasi. Ia juga menyelesaikan program Founder Institute, sebuah program pelatihan entrepreneur asal Silicon Valley (2016-2017), yang membentuknya sebagai pengusaha dengan pemahaman mendalam dalam pengembangan bisnis berbasis teknologi.
Sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinannya, Adi menempuh pendidikan Program for Leadership Development di Harvard Business School (HBS) pada tahun 2020. Pada tahun 2023, ia menyelesaikan keseluruhan program tersebut, yang memberikannya status resmi sebagai alumni Harvard Business School.
Sebagai lulusan Program for Leadership Development Alumni (PLDA), Adi kini menjadi anggota seumur hidup komunitas alumni Harvard Business School, bergabung dengan jaringan eksklusif pemimpin bisnis global. Jaringan ini mencakup eksekutif dari perusahaan Fortune 500, pendiri unicorn teknologi, serta pemimpin dalam bidang investasi dan inovasi.
Awal Karier
Kecintaan pada laboratorium komputer dan bidang programming mengantar Adi Arriansyah [3]mendirikan startup Sagara Technology (PT Sagara Asia Teknologi). [9]Sagara adalah perusahaan konsultan teknologi dan agensi produk digital yang berbasis di Jakarta dan Bandung.
Banyak klien yang sudah menggunakan jasa Sagara. Di antaranya, Ruangguru.com, PBB (United Nations), Telkom Indonesia, Telkomsel, Telkom University, Universitas Indonesia, Shopback, Qatar National Bank, Boston Consulting Group, Dagelan, Infia, Kickfest, Qlue, Blanja.com, GMF Aero Asia, Foodizz, Cartenz, serta CRP Group (Upnormal, Bakso Boedjangan, Sambal Karmila, Nasi Goreng Rempah Mafia, dll.). Untuk pemerintahan, antara lain ada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pendidikan, Kementerian Perhubungan dan Transportasi, Kementerian Kesehatan, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP), serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dan masih banyak lagi. [4]
Kisah Adi membangun Sagara berawal saat ia kuliah di Jurusan Electrical and Electronics Engineering Telkom University, Bandung. Adi suka mengerjakan proyek-proyek pembuatan software dari dosen. Kemudian, beralih ke proyek dari kampus, hingga akhirnya memperoleh kesempatan mengerjakan proyek-proyek perusahaan. [7]
Ia juga pernah menjadi anggota Computer and Communication Laboratory IT Telkom, lab yang berkaitan dengan web and apps development dan jaringan komputer. Beberapa proyek pun pernah dikerjakannya, seperti Android-Based Wireless Electronic Stethoscope, Augmented Reality for Architecture and Construction 3D, dan Intelligent Digital Speedometer for Future Car. Saking cintanya dengan lab dan programming, CEO Sagara ini bahkan berniat untuk tidak perlu punya kosan dan tinggal sebagai juru kunci di laboratorium, dengan tidur di sana dan mandi di kamar mandi umum.
Dalam perjalanan kariernya, Adi mengaku telah membantu ratusan klien dari berbagai korporasi dan startup yang berkontribusi cukup kuat di industri pengembangan teknologi Indonesia.
Adi melayani berbagai proyek software mulai dari bank ke korporasi besar, startup ke UMKM, dan dari fintech sampai ke marketplace. [11]Adi juga merupakan lulusan dari program pelatihan entrepreneur Founder Institute. [8] Selain itu, ia juga menempuh pendidikan Program for Leadership Development di Harvard Business School (HBS) pada tahun 2020. Pada tahun 2023, ia menyelesaikan keseluruhan program tersebut, yang memberikannya status resmi sebagai alumni Harvard Business School
Kehidupan Pribadi
Berbekal pengetahuan dan berbagai pengalaman yang didapatnya di Founder Insitute dan Harvard Business School, Adi ingin mendedikasikannya untuk pertumbuhan teknologi di Tanah Air lewat Sagara Technology. [6]
Menurut Adi, Sagara memiliki beberapa nilai plus yang sulit didapatkan dari software house lain di Indonesia. Yang pertama, Sagara menonjolkan pendekatan relationship-based dan fokus pada penyelesaian masalah. [5]
Ketika klien meminta solusi tertentu, tim IT profesional dari Sagara akan melakukan analisis terlebih dahulu, untuk memastikan bahwa solusi tersebut relevan dengan masalah yang ingin diselesaikan.
Adi memiliki komitmen untuk menjadi garda terdepan untuk terus berkontribusi menjadikan Indonesia smart nation dan membantu para pelaku bisnis di Indonesia agar bisa terus berkembang secara optimal untuk mengembangkan ekonomi digital di Indonesia. [2]