Adam Kasia (Classical Mandaic: ࡀࡃࡀࡌ ࡊࡀࡎࡉࡀcode: myz is deprecated , pelafalan dalam bahasa Mandaik Modern:[ˈɑdamˈkæsjæ]; juga dirujuk menggunakan portmanteauAdakasࡀࡃࡀࡊࡀࡎcode: myz is deprecated atau Adakas Ziwa dalam Ginza Rabba[1]) berarti "Adam yang tersembunyi" dalam Manda.[2] Adam yang tersembunyi juga disebut Adam Qadmaiia (ࡀࡃࡀࡌ ࡒࡀࡃࡌࡀࡉࡉࡀcode: myz is deprecated , "Adam Pertama").[2] Dalam Mandaeisme, istilah ini berarti jiwa manusia pertama.[3] Ia juga diidentifikasi sebagai Shishlam, imam primordial.[4]
Di kalangan Mandaean, Adam Kasia berarti jiwa setiap manusia.[2][5][6]Adam Kasia menunjukkan banyak kesamaan dengan gagasan Yahudi tentang Adam Kadmon.[7]
Nama lain
Doa-doa dalam Qulasta, seperti Asut Malkia, juga menyebut Adam sebagai "Adam Manusia Pertama" (Adam Gabra Qadmaiia).[8]The Thousand and Twelve Questions, sebuah naskah imamat Mandaean, juga menyebut Adam Kasia sebagai Adam-S'haq[9] ('Adam-terang'), Adam-S'haq-Ziwa,[3] atau Adam-S'haq-Rba, yang digambarkan sebagai ayah dari Shishlam, purwarupa (arkeotipe) Mandaean prototipe.[10]
Hawa
Istri Adam Kasia adalah Hawa Kasia ('Hawa tersembunyi'), juga dikenal sebagai Hawa Ziwa ('Hawa cemerlang') atau Anana Ziwa ('awan cemerlang').[11]
Manfred Lurker: A Dictionary of Gods and Goddesses, Devils and Demons, Routledge & Kegan Paul Ltd, 1987, hlm. 6
Gerhard J. Bellinger: Knaurs Lexikon der Mythologie. 3100 Stichwörter zu den Mythen aller Völker von den Anfängen bis zur Gegenwart. Droemer Knaur Verlag, München 1989, ISBN3-426-26376-9.