Abu Yaqub Yusuf merupakan putra dari khalifah pertama Dinasti Muwahhidun, Abdul Mukmin.[2] Dirinya menjadi khalifah kedua menggantikan ayahnya yang wafat pada tahun 558 H.[3] Selama masa pemerintahannya, Abu Yaqub Yusuf membangun infrastuktur pendidikan untuk menuntut ilmu. Ia membangun masjid-masjid besar di Maroko dan Sevilla. Abu Yaqub Yusuf juga mengembangkan ilmu filsafat dan kedokteran di wilayahnya. Ia mengangkat Ibnu Thufail sebagai penasehat pribadi sekaligus tabib istana. Selain itu, ia menugaskan Ibnu Rusyd untuk membuat komentar-komentar mengenai pemikiran-pemikiran Aristoteles.[4]
Abu Yaqub Yusuf berusaha membentuk wilayah Dinasti Muwahhidun sebagai pusat ilmu pengetahuan seperti di Bagdad. Ia mengirimkan utusan ke berbagai daerah untuk membeli buku-buku ilmiah yang kemudian dikumpulkan dan dibawa ke Andalusia. Ia membeli satu naskah seharga seribu dinar. Selain itu, Abu Yaqub Yusuf juga merekrut para cendekiawan di bidang filsafat.[5]
Referensi
↑Abdulwahid al-Marakisyi "al-Mojib fi Talkhis Akhbar al-Maghrib" [Buku Ringkasan Sejarah Maghreb] (1224) pp.125-126
↑Zaghrut, Fathi. Artawijaya (ed.). Tragedi-Tragedi Besar dalam Sejarah Islam: Runtuhnya Baghdad, Andalusia, Turki Utsmani dan Baitul Maqdis. Diterjemahkan oleh Irham, M., dan Supar, M. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm.605. ISBN978-979-592-979-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: translators list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.