Abraham Edel (6 Desember 1908–22 Juni 2007) adalah seorang filsuf dan ahli etika asal Amerika Utara yang dikenal karena kontribusinya dalam bidang etika terapan, filsafat sosial, serta hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan sosial. Ia merupakan adik dari kritikus sastra dan penulis biografi ternama Leon Edel, serta paman dari komponis Joel Mandelbaum. Dalam kehidupan pribadinya, Edel menikah sebanyak tiga kali — dua di antaranya dengan sesama akademisi yang juga menjadi rekan penulis dalam sejumlah karya ilmiah, yaitu May Mandelbaum Edel, seorang antropolog; dan Elizabeth Flower, seorang filsuf dan akademisi berpengaruh dalam bidang etika Amerika; sementara pernikahannya yang ketiga adalah dengan Sima Szaluta.[1][2][3]
Kehidupan awal
Edel memiliki dua anak yang juga menonjol dalam bidangnya masing-masing: Deborah Edel, salah satu pendiri Lesbian Herstory Archives, lembaga arsip yang berfokus pada pelestarian sejarah komunitas lesbian; serta Matthew Edel, seorang ekonom yang berkontribusi dalam penelitian sosial dan ekonomi.[4][5]
Lahir di Pittsburgh, Pennsylvania, Edel menghabiskan masa kecilnya di Yorkton, Saskatchewan, Kanada. Ia menempuh pendidikan di McGill University, tempat ia memperoleh dasar akademis dalam filsafat dan humaniora, kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Oxford University sebagai penerima beasiswa Rhodes, sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikannya di Columbia University, di mana ia memperdalam kajiannya mengenai etika dan filsafat sosial.
Selama lebih dari empat dekade, Edel mengajar di City College of New York (CCNY), di mana ia menjadi tokoh sentral dalam pengembangan studi etika modern dan filsafat moral di Amerika Serikat. Setelah pensiun dari CCNY, ia melanjutkan karier akademiknya sebagai peneliti di University of Pennsylvania, di mana ia tetap aktif menulis dan melakukan penelitian hingga akhir hayatnya.
Sebagai seorang pemikir, Edel dikenal karena upayanya untuk menghubungkan filsafat moral dengan pendekatan ilmiah dan empiris terhadap perilaku manusia. Ia berpendapat bahwa etika harus dipahami sebagai bagian integral dari studi sosial, bukan sekadar sistem normatif yang terpisah dari realitas kehidupan masyarakat. Dalam karyanya, ia sering menekankan pentingnya konteks budaya, sejarah, dan sosial dalam pembentukan nilai-nilai moral.
Selama hidupnya, Edel menerima berbagai penghargaan akademik bergengsi sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap filsafat dan etika kontemporer. Melalui tulisan-tulisannya dan dedikasinya terhadap pendidikan, ia meninggalkan warisan intelektual yang signifikan dalam tradisi filsafat pragmatis dan etika humanistik Amerika.