Cerita dimulai di salah satu pertunjukan sulap, di mana pesulap (Reza Rahadian) mencoba membuat seorang bocah lelaki (Muhammad Adhiyat) menghilang dari kotak sihirnya. Pertunjukan itu berubah tragis, karena dia tidak bisa membuat bocah ini kembali ke panggung. Beberapa pesulap kota terkenal datang dan mencoba untuk membantu, tetapi anak itu menghilang seperti kabut. Banyak orang bertanya kepadanya, bagaimana dia melakukan trik dan teknik apa yang dia gunakan. Satu-satunya, apa yang bisa dia katakan lebih banyak adalah dia membeli kotak ajaib dari ebay dan menurut penjual, itu adalah koper lama milik Herbert Nivelli, penyihir holocaust. Menurut Mitos, koper lama tersebut telah digunakan oleh Nivelli untuk menyelamatkan orang-orang dari kamp konsentrasi Auschwitz, dengan menghilang ketika memasuki kotak ajaib. Setelah perang, Koper dicuri.
Setelah beberapa wawancara polisi, pesulap pindah ke kota lain untuk bersembunyi dari publik dengan kotak ajaibnya. Dalam perjalanan ini, dia menemukan seorang wanita keluar dari kotak ajaibnya dan dia jatuh cinta padanya. Tapi dia juga dirindukan pada hari pernikahan. Dia kemudian bertemu wanita lain, yang ingin belajar trik sulap. Dia mengajarinya beberapa trik dan dia jatuh cinta padanya dan ingin dia menikahinya. Pada malam pernikahan, wanita pertama keluar lagi dari kotak ajaibnya. Ini adalah kisah cinta ajaib dengan peristiwa yang tidak dijelaskan dalam hidup.[1]
FIlm Abracadabra pertama kali dipersiapkan pada tahun 2017. Menurut Faozan Rizal sebagai sutradara, dunia magis dan dunia sinema adalah dua dunia yang membuat ia hidup dalam dunia imajinasinya sendiri.[2]
Reza Rahadian yang ditunjuk sebagai pemeran utama mengaku langsung menerima tawaran film ini. Film Abracadabra sendiri menjadi film fantasi pertama Reza setelah berkarier lebih dari 13 tahun di dunia seni peran. Tuntutan penggemarnya yang menginginkan ia berganti-ganti peran dan mencoba sesuatu yang baru membuat ia tak berpikir 2 kali untuk memerankan karakter Lukman.[2]
Demi mendukung investasi film ini, Ifa tak menampik menerima pendanaan dari pasar industri bahkan melibatkan pendanaan dari luar negeri sehingga keuntungan tak lagi murni berdasarkan jumlah penonton bioskop dalam negeri saja. Bantuan investasi berupa pendanaan internasional film ini adalah Aurora Media asal Singapura. Perusahaan ini menyadari belum banyaknya ketersediaan genre film fantasi seperti Abracadabra di Indonesia memberikan peluang berkembangnya industri kreatif di dalamnya.[2]
Abracadabra tayang perdana dan menjadi film pembuka pada Jogja Netpac Asian Film Festival ke 14, 2019, yang kemudian ditayangkan di bioskop pertama kali pada 9 Januari2020.[4] Di akhir penayangan, film Abracadabra hanya berhasil mendapatkan 12.523 jumlah penonton.[5]
Penerimaan
Tanggapan
Film ini mendapatkan tanggapan yang unik dari para kritikus film, sebab Faozan Rizal sebagai sutradara sengaja membuat film ini sulit untuk dimengerti.[6]Ifa Isfansyah selaku produserpun mengatakan tak ada genre tertentu untuk film ini, ia ingin penonton mengeskplorasi dengan perspektif masing-masing.[7]
↑"Abracadabra". 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (dalam bahasa American English). 23 Oktober 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-09. Diakses tanggal 9 Juni 2020.