Abdullah bin Suhail bin Amr (bahasa Arab:عبد الله بن سهيل بن عمروcode: ar is deprecated ) adalah seorang sahabat NabiMuhammad yang berasal dari klan Bani Amir bin Lu'ay dari kabilah suku Quraisy.[1] Ia merupakan putra dari Suhail bin Amr dan saudara Abu Jandal bin Suhail.[1] Nasab lengkapnya Abdullah bin Suhail bin Amr bin Abdu Syam bin Abdu Waddul Qursy al-Amiri. Ibunya bernama Fakhitah binti Amir bin Naufal bin Abdu Manaf.[2]
Abdullah termasuk rombongan sahabat yang Hijrah ke Habasyah[3], karena ia disiksa ayahnya, sekembalinya ke Mekah ia pura-pura murtad. Ia hadir dalam Pertempuran Badar awalnya bersama Quraisy Mekah, lalu ia pindah menyeberang bergabung bersama Nabi dan termasuk saksi Perjanjian Hudaibiyah.[1] Saat penaklukan Mekah, ia meminta jaminan pada Muhammad untuk ayahnya Suhail bin Amr yang akhirnya masuk Islam saat itu.[2]
Kematian
Kompleks Pemakaman Syuhada Yamamah di Jubailah (Riyadh).
Abdullah terbunuh dalam Pertempuran Yamamah pada tahun 632 di usia 38 tahun dalam rangkaian Perang Riddah melawan kaum murtad di masa Khalifah Abu Bakar.[3] Kuatnya pasukan Musailamah yang mengaku nabi, berhasil menyebab kematian ribuan pasukan muslimin yang dipimpin komandan Khalid bin Walid.
Ayahnya Suhail berkata tentangnya,"Ia benar-benar suatu kebaktian yang kecil dan besar. Aku mengharapkan pahalanya di sisi Allah."[2] Abu Bakar menghibur Suhail bahwa mereka yang mati syahid dapat menjadi pemberi syafaat untuk 70 anggota keluarganya.[4]