Abadi adalah surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berpusat di Jakarta, yang terbit antara tahun 1951–1960 dan 1968–1974. Surat kabar ini berafiliasi dengan partai politik Masyumi, dan merupakan salah satu surat kabar terbesar pada masa pemerintahan Soekarno hingga dilarang pada tahun 1960. Setelah lengsernya Soekarno, surat kabar ini kembali terbit pada tahun 1968 hingga dilarang untuk kedua kalinya pada tahun 1974 menyusul peristiwa Malari pada masa pemerintahan diktator Soeharto.
Pembentukan
Tim redaksi dari surat kabar Abadi pertama kali dibentuk pada 1947 dengan tujuan menyuarakan aspirasi umat IslamIndonesia yang mayoritas berhimpun di dalam Partai Masyumi, partai yang dibentuk pada tahun 1945 berdasarkan Muktamar Islam Ala Indonesia (MIAI).[butuh rujukan]
Penerbitan
Surat kabar Abadi memulai penerbitan pertamanya di Kota Jakarta pada tahun 1951. Tim redaksinya dipimpin oleh Suardi Tasrif. Awalnya, alamat redaksinya di Jalan Blora Nomor 36-37. Kantor redaksi kemudian dipindahkan ke Jalan Kramat Raya Nomor 45.[1]
Pada tahun 1968 Abadi terbit kembali. Namun pada tahun 1974, ia dibreidel bersama tujuh surat kabar lainnya akibat pemberitaan peristiwa Malari. Akibat pembreidelan itu sebagian wartawanAbadi ditampung di koranPelita.[butuh rujukan]