Alur
Edward Lemuel (Sebastian Stan) adalah seorang aktor yang sedang berjuang dengan kondisi neurofibromatosis, penyakit yang membuat wajahnya kelihatan cacat. Edward berteman dengan tetangga barunya, Ingrid Vold (Renate Reinsve), seorang penulis drama yang bercita-cita tinggi. Tapi, Edward terlalu minder untuk mengungkapkan perasaannya ke Ingrid. Setelah menjalani perawatan medis eksperimental yang menyembuhkan kondisinya, ia menggunakan identitas baru sebagai "Guy Moratz" dan mengaku kepada para tetangganya kalau Edward sudah "bunuh diri".
Beberapa waktu kemudian, "Guy" bekerja sebagai makelar properti yang kaya raya dan sukses. Suatu hari, ia menyadari bahwa Ingrid sedang membuat drama off-Broadway berjudul Edward, yang dia tulis berdasarkan kehidupan Edward. Menggunakan topeng wajah aslinya yang diberikan kepadanya oleh dokter, ia menggunakannya untuk audisi dan berhasil mendapatkan peran utama setelah beberapa pertanyaan awal dari Ingrid. Mereka pun mulai berhubungan seksual dan tinggal bersama, meskipun Ingrid tidak menyadari kalau Edward sebenarnya adalah "Guy".
Ketika latihan, muncul Oswald (Adam Pearson), seorang pria dengan neurofibromatosis yang tertarik pada drama itu. Oswald, yang percaya diri dan karismatik, langsung dekat dengan pemain dan para kru drama, tapi Edward menjadi tidak nyaman sama sikap Oswald yang supel. Suatu malam, Ingrid meminta Edward untuk mengenakan topeng selama berhubungan seks; ia dengan ragu-ragu menuruti permintaan itu hingga Ingrid tiba-tiba tertawa dan menyebutnya "aneh".
Ingrid semakin akrab dengan Oswald. Ingrid akhirnya memutuskan agar Oswald menggantikan Edward untuk memerankan peran utama karena Ingrid merasa lebih alami bila yang memerankan adalah Oswald dan dia ingin jalan ceritanya tidak berakhir tragis seperti cerita awal yang dia rencanakan. Edward hanya kebagian peran kecil yaitu muncul di satu adegan terakhir setelah dicium oleh pemeran wanita. Dramanya sukses besar, dan penampilan Oswald mendapat banyak pujian. Sementara itu, kondisi mental Edward menjadi kacau sejak itu: ia mulai mengintai Oswald, menggunakan topeng saat bekerja sehingga membuat dia dipecat dari pekerjaannya, dan berusaha melukai Oswald saat berperan di panggung. Di tengah usahanya mencelakai Oswald, sebagian dekorasi panggung jatuh menimpanya dan membuat tangan serta kakinya patah.
Selama masa pemulihan, Edward kembali ke apartemen lamanya di sebelah Ingrid. Sekarang, Ingrid tinggal bersama Oswald dan sedang merencanakan kisah Edward menjadi film. Suatu hari, setelah terapis fisiknya mengekspresikan rasa jijik terhadap wajah Oswald, Edward menusuk si terapis dan akhirnya masuk penjara.
Bertahun-tahun kemudian, Edward yang sudah tua kembali bertemu dengan Oswald. Ia makan malam bersama Oswald dan Ingrid, yang kini menjadi pasangan kreatif yang sukses dan berencana pensiun ke sebuah komune di Kanada. Mereka mengungkapkan bahwa adaptasi film Edward gagal terealisasi, dan keduanya menyadari bahwa pementasan teater mereka di masa lalu sebagai karya yang buruk, tapi sangat menghargainya karena pentas tersebut yang menyatukan mereka. Seorang pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka, tetapi Edward tampak kesulitan memilih dari menu. Oswald meledek sambil tertawa dengan berkata "Oh, teman lamaku, kamu sama sekali tidak berubah."