ASTEKI didirikan sebagai bentuk perhatian pemilik stasiun televisi lokal dan komunitas terhadap keberadaan jaringan televisi nasional yang penyiarannya didominasi kepentingan modal.[1] Pendirian ASTEKI dicetuskan dari pertemuan yang dihadiri oleh beberapa stasiun televisi lokal dan komunitas seperti Kendari TV, Ruai TV, dan Bengkulu TV.[1] Stasiun televisi lokal dan komunitas yang terhimpun dalam ASTEKI lebih mengutamakan siaran lokal dan kegiatan masyarakat.[1] Penyiran tersebut terdiri dari 30 persen siaran lokal, 20 persen program lingkungan, 30 persen berita, dan 20 persen hiburan.[1]
ASTEKI memiliki beberapa unit kerja, yaitu Kota Hujan dan Gekko Studio. Kota Hujan adalah kantor berita ASTEKI Bogor dan merupakan unit kerja informasi berbasis internet yang berafiliasi dengan MEDKRI.[3] Kotahujan.com berbasis di Bogor dan fokus untuk menampilkan informasi tentang komunitas, budaya, gaya hidup dan berita aktual di seputar Bogor.[3] Sedangkan Gekko Studio adalah suatu unit kerja audio-visual yang berfokus kepada pembuatan film dokumenter tentang lingkungan, budaya dan pendidikan.[3]