Museum Sejarah Alam Amerika (bahasa Inggris: American Museum of Natural History, disingkat: AMNH) adalah museum yang berada di sisi barat Central Park, Manhattan, New York, Amerika Serikat. Museum ini menempati Taman Theodore Roosevelt yang luasnya 7,3 hektare, dan terdiri dari 27 gedung yang bersambungan.[1] Di dalamnya terdapat 45 ruang pameran permanen, planetarium, ruang pameran sementara, dan perpustakaan sejarah alam. Di museum ini bisa disaksikan asal-usul manusia, opset hewan dari seluruh dunia, fosil dinosaurus, dan sejarah evolusi. Koleksi museum terdiri dari 32 juta spesimen dan artefak yang dipamerkan sedikit demi sedikit sesuai jadwal pameran.[2]
Museum ini didirikan pada tahun 1869 sebagai museum dan perpustakaan berdasarkan undang-undang Dewan Perwakilan Negara Bagian New York. Museum memiliki 225 staf ilmiah penuh waktu, dan mensponsori lebih dari 120 ekspedisi setiap tahunnya.[3]
Pendirian museum ini merupakan ide dari Dr. Albert S. Bickmore yang pernah menjadi murid ahli zoologi Louis Agassiz di Museum Zoologi Kontemporer di Universitas Harvard.[4] Selama bertahun-tahun, Bickmore melakukan lobi untuk mendirikan museum sejarah alam di New York. Setelah didukung sponsor yang berpengaruh, usulannya disetujui oleh Gubernur New York John Thompson Hoffman. Pada 6 April1869, Gubernur Hoffman menandatangani undang-undang pendirian Museum Sejarah Alam Amerika.[5]
Pekerjaan pembangunan gedung pertama museum dimulai pada tahun 1874. Gedung tersebut bergaya arsitektur neogothik (1874-1877) karya Calvert Vaux and Jacob Wrey Mould. Keduanya bekerja sama dengan Frederick Law Olmsted sewaktu membangun Central Park. Gedung pertama museum diikuti dengan pembangunan gedung sisi selatan bergaya neoromanesque yang mendapat pengaruh dari arsitek H. H. Richardson.
Pada masa awal, perpustakaan ini berkembang terutama melalui skema hibah, seperti perpustakaan konkiologi milik John Clarkson Jay,[8][9] perpustakaan ikan dan zoologi umum milik Carson Brevoort,[9][10] perpustakaan ornitologi milik Daniel Giraud Elliot,[9] koleksi buku dan pamflet berbagai topik milik S. Lowell Elliot,[11] perpustakaan entomologi milik Harry Edwards,[10] koleksi perjalanan milik Hugh Jewett,[12] serta koleksi geologi milik Jules Marcou.[11][13] Pada awal abad ke-20, koleksi perpustakaan terus bertambah melalui sumbangan dari berbagai tokoh dan lembaga seperti Egbert Viele, American Ethnological Society, Joel Asaph Allen, Hermon Carey Bumpus, dan Henry Fairfield Osborn.[14]
Perpustakaan baru ini dirancang oleh firma Roche-Dinkeloo pada tahun 1992. Ruangannya seluas sekitar 55.000 kaki persegi (sekitar 5.100 m²) dan mencakup lima zona konservasi yang berbeda, termasuk ruang baca berkapasitas 50 orang, kantor publik, serta ruang-ruang yang dikendalikan suhu dan kelembapannya.[15] Saat ini, koleksi perpustakaan mencakup lebih dari 450.000 volume yang terdiri atas monograf, serial, pamflet, reprint, mikroform, serta ilustrasi asli, selain juga film, arsip fotografi dan manuskrip, karya seni rupa, memorabilia, dan koleksi buku langka.[16][17]
Koleksi khusus meliputi:
Arsip Institusional, Manuskrip, dan Dokumen Pribadi: mencakup dokumen arsip, buku catatan lapangan, kliping, dan berbagai dokumen yang berkaitan dengan museum, para ilmuwan dan stafnya, ekspedisi ilmiah dan penelitian, pameran museum, pendidikan, serta administrasi umum.[18]