Potongan naskah lain yang berisi tulisan dari Kidung Agung adalah: 4Q106, 4Q107 dan 6Q6 (yang terakhir ini dari gua ke-6), merupakan naskah tertua dari kitab ini.
Isi
4Q108 merupakan "potongan kecil"[1] yang berisi 10 huruf dalam 2 baris, masing-masing 5 huruf dari Kidung Agung 3:7–8. Dari ayat 7 dapat dibaca 5 huruf: למה lmh, yaitu tiga huruf terakhir dari nama Ibrani untuk raja Salomo; dan שש šš (syesy), yaitu enam dari kata enam puluh. Dari ayat 8 dapat dibaca satu kata: אחוזי aḥuzi, dari kata kerja yang berarti membawa.
Jadi potongan itu adalah bagian dari kalimat-kalimat:
3:7 Lihat, itulah joli Salomo (, dikelilingi oleh) enam puluh pahlawan dari antara pahlawan-pahlawan Israel.
3:8 Semua membawa pedang, terlatih dalam perang, masing-masing dengan pedang pada pinggang karena kedahsyatan malam.
Analisis
Teks Masoret mengeja kata kerja aḥuzi ("membawa") di ayat 8 dengan 4 huruf, sedangkan 4Q108 mengandung huruf Waw yang dibaca sebagai "u", tanpa mengubah arti. Seperti diketahui, tulisan Ibrani kuno tidak mempunyai huruf-huruf hidup, tetapi ada sejumlah huruf yang dipakai untuk menandai pembacaan huruf hidup khusus, sedangkan dalam tulisan Ibrani modern, pembacaan huruf hidup ditandai dengan tanda titik atau garis di bawah huruf.
Bentuk pasif untuk kata aḥuzi (ḥereb) "membawa (pedang)" di sini juga ditemukan dalam Kitab Yehezkiel (Yehezkiel 43:6) atau tulisan Ibrani kuno lain.[2]