Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: "Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang." (TB)[3]
"Ke tempat ini dan itu": diterjemahkan dari bahasa Ibrani: אל־מקום פלני אלמוני, ’el-mə-qōmpə-lō-nî’al-mō-nî (bahasa Inggris:In such and such a placecode: en is deprecated [4]). Di sini digunakan istilah Ibrani peloni almoni (seperti pada 1 Samuel 21:2 dan Rut 4:1; palmoni pada Daniel 8:13), suatu kata majemuk yang berarti "yang tertentu, aku tidak akan mengatakan yang mana"; bahasa Yunani: ὁ δεῖνα.[5]
Ayat 13
Berkatalah raja: "Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia." Lalu diberitahukanlah kepadanya: "Dia ada di Dotan. (TB)[6]
Dotan di sini adalah juga tempat di mana Yusuf dijual saudara-saudaranya, kemudian dibawa ke Mesir (Kejadian 37:17).
Ayat 17
Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.[7]
Dunia rohani yang tidak kelihatan ada, terdiri atas sejumlah besar malaikat yang melayani secara aktif di dalam kehidupan umat Allah (Kejadian 32:2; Yesaya 63:9). Beberapa prinsip dapat ditarik dari peristiwa ini.
Bukan hanya Allah berpihak kepada umat-Nya (Roma 8:31), tetapi juga pasukan-pasukan malaikat siap sedia untuk mempertahankan orang percaya dan kerajaan Allah (2 Raja–raja 6:17; Mazmur 34:8)
Semua orang Kristen yang percaya Alkitab harus senantiasa berdoa agar Allah membebaskan mereka dari kebutaan rohani dan membuka mata hati mereka untuk melihat realitas rohani kerajaan Allah dengan lebih jelas (bandingkan Lukas 24:31; Efesus 1:18–21) maupun bala tentara sorgawinya (Ibrani 1:14).
Pertempuran sesungguhnya di dalam Kerajaan Allah bukanlah melawan darah dan daging; melainan suatu peperangan rohani "melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara" (Efesus 6:11–12; bandingkan Wahyu 12:7–9)
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857