Palimpsest yang masih ada AqBurkitt berisi ayat 11–27 dalam bahasa Yunani Koine yang diterjemahkan oleh Aquila dari Sinope, kira-kira pada awal atau pertengahan abad kedua masehi.[3]
Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia. (TB)[7]
Di sini Yosia disebut sebagai raja yang paling setia dan mengabdi dari semua raja yang memerintah atas umat Allah, termasuk Daud sendiri (lihat 2 Samuel 12:7–15). Dipandang dari segi komitmen dan kesetiaan pribadi kepada firman Allah maka Yosialah yang paling besar (bandingkan 2 Raja–raja 18:5; Ulangan 6:5; Yeremia 22:15–16).[8]
Ayat 29
Dalam zamannya itu majulah FiraunNekho, raja Mesir, melawan raja Asyur di tepi sungai Efrat; raja Yosia pergi menghadapi dia; tetapi Firaun membunuhnya di Megido, segera sesudah ia melihatnya. (TB)[9]
Pegawai-pegawainya mengangkut mayatnya dengan kereta dari Megido dan membawanya ke Yerusalem, kemudian mereka menguburkannya dalam kuburnya sendiri. Maka rakyat negeri itu menjemput Yoahas, anak Yosia, mengurapi dia dan mengangkat dia menjadi raja menggantikan ayahnya. (TB)[10]
Ayat 31
Yoahas berumur dua puluh tiga tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hamutal binti Yeremia, dari Libna. (TB)[11]
"Tiga bulan lamanya": menurut kronologi Thiele,[5]Yoahas bin Yosia menjadi raja pada bulan Tamus (25 Juni — 23 Juli) 609 SM dan berakhir pada bulan September/Oktober tahun yang sama.[12] Berhubung masa pemerintahan 3 bulan ini melewati "tahun baru Ibrani", Yoyakim mempunyai "tahun naik tahta" selama sekitar 11 bulan.[13]
"Yeremia, dari Libna": kakek raja Yoahas ini, berbeda dengan nabi Yeremia yang berasal dari Anatot.[14] Yoahas adalah kakak laki-laki seayah (raja Yosia) dan seibu (Hamutal) dengan raja Zedekia dengan selisih usia 13 tahun.[15]
Ayat 32
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan oleh nenek moyangnya. (TB)[16]
Ayat 33
Firaun Nekho mengurung dia di Ribla, di tanah Hamat, supaya jangan ia memerintah di Yerusalem; lagi Firaun membebankan kepada negeri itu denda sebesar seratus talenta perak dan sepuluh talenta emas. (TB)[17]
Ayat 34
Firaun Nekho mengangkat Elyakim, anak Yosia, menjadi raja menggantikan Yosia, ayahnya, dan menukar namanya dengan Yoyakim. Namun, Yoahas dibawanya; Yoahas tiba di Mesir dan mati di sana. (TB)[18]
Ayat 35
Yoyakim memberi emas dan perak itu kepada Firaun, tetapi ia menarik pajak dari negeri supaya dapat memberi uang itu, sesuai dengan titah Firaun. Ia menagih emas dan perak itu dari rakyat negeri, dari setiap orang menurut jumlah ketetapan pajaknya, untuk memberikannya kepada Firaun Nekho. (TB)[19]
Ayat 36
Yoyakim berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Zebuda binti Pedaya, dari Ruma. (TB)[20]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857