Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan. (TB)[4]
ada hari-hari terakhir dari periode di antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedua, para guru palsu akan menyangkal bahwa Kristus akan datang kembali untuk membinasakan orang fasik dan dunia ini (bandingkan Wahyu 19:11–21).[5]
Ayat 6
dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. (TB)[6]
Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. (TB)[7]
Allah memandang waktu dari sudut kekekalan (bandingkan Mazmur 90:4). "Seribu tahun" tampak berbeda kepada Allah daripada kepada manusia. Dia dapat menyelesaikan dalam satu hari apa yang menurut perkiraan kita memerlukan seribu tahun, atau Dia bisa mengambil waktu seribu tahun untuk melakukan sesuatu yang kita ingin agar dilakukan dalam satu hari.[5]
Ayat 15
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (TB)[8]
Ayat 16
Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya (Paulus), apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. (TB)[9]
Petrus berbicara tentang surat-surat Paulus sebagai setingkat dengan "tulisan-tulisan Kitab Suci" yang diilhamkan dan berkuasa, yaitu Perjanjian Lama. Bila orang berbicara mengenai "Kitab Suci" dewasa ini, yang dimaksudkan ialah baik kitab-kitab dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, yaitu berita Allah yang asli kepada umat manusia dan kesaksian-Nya terhadap tindakan penyelamatan di dalam Yesus Kristus.[5]
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.