Program joint degree dan double degree semakin populer dalam skema beasiswa internasional, terutama pada program seperti beasiswa pemerintah dan kerja sama universitas global. Model ini memungkinkan mahasiswa meraih pengalaman lintas kampus dan lintas negara dalam satu periode studi.

Namun, yang sering menjadi pertanyaan utama adalah: bagaimana skema pendanaannya? apakah ditanggung penuh atau dibagi?

Artikel ini mengupas secara sistematis mekanisme pendanaan, alur studi, hingga pembagian biaya pada program joint degree dan double degree.


Pengertian Singkat: Joint Degree vs Double Degree

Sebelum masuk ke pendanaan, penting memahami perbedaannya:

1. Joint Degree

Mahasiswa hanya mendapatkan 1 gelar akademik yang diterbitkan bersama oleh dua universitas.

2. Double Degree

Mahasiswa mendapatkan 2 gelar akademik dari dua universitas berbeda dalam satu periode studi.

Keduanya dilakukan melalui kerja sama universitas dalam negeri dan luar negeri, dengan skema mobilitas studi tertentu. (detikcom)


Skema Umum Pendanaan Beasiswa Joint & Double Degree

Secara umum, skema pendanaan beasiswa untuk program ini dibagi menjadi tiga model utama:


1. Pendanaan Penuh (Fully Funded by Scholarship Provider)

Pada skema ini, seluruh biaya ditanggung oleh pemberi beasiswa (misalnya pemerintah atau lembaga pendanaan).

Komponen yang biasanya ditanggung:

  • Biaya kuliah (tuition fee) di kedua universitas
  • Biaya hidup (living allowance)
  • Tiket pesawat internasional
  • Asuransi kesehatan
  • Biaya visa dan administrasi

Ciri utama:

  • Mahasiswa tidak menanggung biaya studi
  • Seleksi sangat kompetitif
  • Umumnya untuk program prioritas nasional

2. Pendanaan Parsial (Split Funding)

Skema ini cukup umum pada program joint/double degree.

Pada model ini, pendanaan dibagi berdasarkan lokasi studi:

  • Saat di universitas dalam negeri: biaya bisa ditanggung mandiri atau oleh kampus/LPDP (tergantung program)
  • Saat di universitas luar negeri: biaya pendidikan dan pendukung ditanggung oleh beasiswa

Contohnya pada skema tertentu, dana pendidikan di luar negeri dapat ditanggung oleh lembaga beasiswa, sementara biaya di dalam negeri ditanggung sendiri atau oleh kampus mitra. (LPDP Bantuan)

Ciri utama:

  • Ada pembagian tanggung jawab biaya
  • Umumnya untuk program kerja sama spesifik
  • Lebih fleksibel tetapi butuh kesiapan finansial awal

3. Skema Co-Funding (Beasiswa + Individu/Kampus)

Pada model ini, pembiayaan dilakukan bersama antara beberapa pihak:

  • Lembaga beasiswa
  • Universitas
  • Mahasiswa (sebagian biaya)
  • Kadang perusahaan mitra (sponsor industri)

Contoh pembagian:

  • Beasiswa menanggung tuition fee luar negeri
  • Universitas menanggung sebagian biaya akademik
  • Mahasiswa menanggung biaya tertentu seperti living cost di fase awal

Ciri utama:

  • Lebih adaptif
  • Banyak digunakan pada program kolaborasi internasional
  • Cocok untuk program industri atau riset

Pola Durasi dan Struktur Pendanaan

Dalam program double/joint degree, durasi studi biasanya:

  • Magister: maksimal 24 bulan
  • Doktor: maksimal 48 bulan (LPDP Bantuan)

Pendanaan sering disesuaikan dengan fase studi, misalnya:

  • Tahun 1: studi di kampus domestik
  • Tahun 2: studi di kampus luar negeri
  • Dana mengikuti lokasi studi

Komponen Dana yang Biasanya Dibiayai

Walaupun berbeda tiap program, komponen pendanaan biasanya mencakup:

1. Dana Pendidikan

  • Tuition fee
  • Lab fee
  • Registrasi akademik

2. Dana Hidup

  • Akomodasi
  • Makan
  • Transportasi lokal

3. Dana Pendukung

  • Tiket pesawat
  • Visa
  • Asuransi kesehatan
  • Settlement allowance

Hal Penting dalam Skema Pendanaan

1. Tidak Semua Biaya Selalu Ditanggung Penuh

Beberapa program mengharuskan mahasiswa menanggung sebagian biaya terutama saat studi di kampus dalam negeri atau fase transisi.

2. Wajib Mengikuti Skema Kampus Mitra

Pendanaan hanya berlaku jika program joint/double degree sudah disetujui dalam kerja sama resmi universitas.

3. Kontrak dan Komitmen

Beberapa beasiswa mensyaratkan:

  • Ikatan kembali ke negara asal
  • Bekerja di sektor tertentu
  • Ketentuan pengabdian setelah lulus

Tantangan Skema Pendanaan Joint & Double Degree

  • Struktur biaya yang kompleks
  • Perbedaan standar biaya hidup antar negara
  • Ketergantungan pada kerja sama antar universitas
  • Proses administrasi yang panjang

Kesimpulan

Skema pendanaan beasiswa joint degree dan double degree pada dasarnya terbagi menjadi tiga model utama: fully funded, split funding (parsial), dan co-funding. Setiap model memiliki mekanisme pembiayaan yang berbeda tergantung lokasi studi, kebijakan lembaga beasiswa, serta kerja sama antar universitas.

Bagi calon penerima beasiswa, memahami skema ini sangat penting agar dapat mempersiapkan strategi finansial dan akademik sejak awal, terutama karena program ini bersifat selektif dan berbasis kemitraan internasional.

penulis sinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *