Aryna Sabalenka Kalah di Perempat Final French Open, Apa yang Terjadi?

Daftar Isi

Sekolapedia – 04 Juni 2026 | Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia, mengalami kekalahan yang mengejutkan di perempat final French Open. Sabalenka kalah melawan Diana Shnaider dengan skor 3-6, 7-5, 6-0.

Sabalenka awalnya memimpin dengan skor 4-1 di set kedua, tetapi kemudian mengalami keruntuhan dan kehilangan 11 dari 12 game terakhir. Kekalahan ini merupakan kekalahan kedua Sabalenka di Grand Slam dalam 14 turnamen terakhir.

Shnaider, yang berperingkat 25, memainkan peran penting dalam kemenangannya. Ia berhasil memanfaatkan kelemahan Sabalenka dan memenangkan beberapa poin penting. Setelah pertandingan, Shnaider mengaku sangat bahagia dan terkejut dengan kemenangannya.

Sabalenka juga mengalami kekalahan serupa di final French Open tahun lalu melawan Coco Gauff. Pada saat itu, Sabalenka memimpin dengan skor 4-1 di set pertama, tetapi kemudian kehilangan kendali dan akhirnya kalah dengan skor 6-7, 6-2, 6-4.

🔖 Baca juga:
Drama Menegangkan Lorient vs Strasbourg: Dua Gol di Injury Time Bawa Kemenangan Mengejutkan

Kekalahan Sabalenka di French Open ini menandai akhir dari harapannya untuk memenangkan turnamen ini. Sementara itu, Shnaider akan melanjutkan pertandingannya di semifinal melawan Maja Chwalinska, yang juga mengalami kemenangan yang mengejutkan di perempat final.

Profil Aryna Sabalenka

Aryna Sabalenka lahir pada 5 Mei 1998 di Minsk, Belarus. Ia memulai karir tenisnya pada usia 6 tahun dan kemudian menjadi petenis profesional pada tahun 2015. Sabalenka telah memenangkan beberapa turnamen, termasuk empat gelar Grand Slam.

Sabalenka dikenal dengan gaya permainannya yang agresif dan kuat. Ia memiliki forehand yang kuat dan kemampuan untuk memenangkan poin-poin panjang. Namun, Sabalenka juga memiliki kelemahan, seperti kurangnya ketepatan dan kemampuan untuk mengelola emosi di lapangan.

Profil Diana Shnaider

Diana Shnaider lahir pada 2 April 2002 di Moskow, Rusia. Ia memulai karir tenisnya pada usia 7 tahun dan kemudian menjadi petenis profesional pada tahun 2020. Shnaider telah memenangkan beberapa turnamen, termasuk satu gelar WTA.

Shnaider dikenal dengan gaya permainannya yang cerdas dan strategis. Ia memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kelemahan lawan dan memenangkan poin-poin penting. Shnaider juga memiliki kemampuan untuk mengelola emosi di lapangan dan tetap fokus pada pertandingan.

Kemenangan Shnaider atas Sabalenka menandai awal dari karirnya yang cerah di dunia tenis. Ia akan terus berusaha untuk meningkatkan permainannya dan memenangkan turnamen-turnamen lainnya.

Post Comment