×

Haiti Menghancurkan Selandia Baru 4-0 dalam Laga Persahabatan Internasional

Haiti Menghancurkan Selandia Baru 4-0 dalam Laga Persahabatan Internasional

Sekolapedia – 03 Juni 2026 | Tim nasional Haiti mencatat kemenangan meyakinkan atas Selandia Baru dengan skor 4-0 pada laga persahabatan internasional FIFA yang berlangsung di Stadion Chase, Fort Lauderdale, Amerika Serikat.

Haiti membuka keunggulan pada babak pertama melalui gol Ruben Providence pada menit ke-12. Gol tersebut menjadi pembeda hingga turun minum setelah Selandia Baru gagal memaksimalkan sejumlah peluang dari situasi bola mati.

Memasuki babak kedua, Haiti tampil lebih efektif. Lenny Joseph menggandakan keunggulan pada menit ke-51 sebelum Frantzdy Pierrot memperlebar jarak menjadi 3-0 pada menit ke-62. Selandia Baru yang diperkuat sejumlah pemain utama, termasuk kapten Chris Wood, berupaya keluar dari tekanan.

Namun, upaya tim berjuluk All Whites itu tidak cukup untuk membongkar pertahanan Haiti yang tampil disiplin. Haiti kemudian menutup kemenangan besar lewat gol Duke Lacroix pada menit ke-87. Gol tersebut memastikan Haiti mengakhiri pertandingan dengan skor 4-0.

🔖 Baca juga:
Siap Masuk Indonesia, Xiaomi 17T Series Bawa Lensa Telefoto Leica dan Baterai Jumbo

Meski penguasaan bola kedua tim tercatat berimbang 50 berbanding 50 persen, Haiti tampil jauh lebih efisien dalam memanfaatkan momentum serangan. Selandia Baru sebenarnya unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan delapan kali, sementara Haiti mencatat lima tendangan sudut.

Pelatih Haiti Puas dengan Kemenangan

Pelatih Haiti, Sebastien Migne, menurunkan formasi 4-4-2 dengan Johny Placide sebagai penjaga gawang sekaligus kapten. Di lini depan, Haiti mengandalkan duet Duckens Nazon dan Wilson Isidor, sementara Providence menjadi salah satu motor serangan dari sisi sayap.

Sementara itu, Selandia Baru turun dengan formasi 4-2-3-1. Chris Wood dipercaya sebagai ujung tombak dengan dukungan Elijah Just, Sarpreet Singh, dan Jesse Randall dari lini kedua.

Kemenangan ini menjadi hasil positif bagi Haiti dalam rangkaian pertandingan internasional mereka. Selandia Baru, di sisi lain, harus segera berbenah setelah menelan kekalahan telak.

Timnas Selandia Baru kembali tampil di Piala Dunia 2026 setelah memastikan tiket melalui jalur kualifikasi Zona Oseania (OFC). Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu menjadi penampilan ketiga All Whites di putaran final Piala Dunia setelah sebelumnya tampil pada edisi 1982 dan 2010.

Keikutsertaan kali ini memiliki arti penting bagi Selandia Baru. Setelah absen selama 16 tahun sejak Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, mereka kembali membawa harapan besar untuk menciptakan sejarah baru di panggung sepak bola dunia.

Selandia Baru saat ini ditangani Darren Bazeley, mantan pemain Watford yang resmi menjadi pelatih permanen tim senior sejak Juli 2023. Pelatih berusia 52 tahun tersebut memiliki pengalaman panjang bersama sepak bola Selandia Baru.

Di bawah kepemimpinannya, Selandia Baru juga berhasil menjuarai OFC Nations Cup 2024 dan menyelesaikan kualifikasi Piala Dunia dengan catatan sempurna.

Kapolda Aceh melarang warga melakukan praktik perjudian selama perhelatan Piala Dunia 2026 karena melanggar hukum dan merugikan masyarakat. Polda Aceh mengimbau suporter agar menjaga sportivitas serta menghindari tindakan anarkis, provokasi, dan konvoi liar selama menonton pertandingan.

Polda Aceh akan melakukan pengawasan ketat selama turnamen berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 demi keamanan.

Suporter diminta untuk tidak menodai pesta sepak bola terbesar sejagat itu dengan praktik perjudian dalam bentuk apa pun. Perjudian adalah tindak pidana serius yang memiliki konsekuensi hukum nyata.

Perbedaan dukungan harus disikapi secara dewasa, santuy, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Jangan karena berbeda dukungan, kemudian saling mengejek, menghina, hingga memprovokasi yang dapat memicu konflik.

Piala Dunia seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, apalagi budaya “nobar” (nonton bareng) di warung kopi sudah menjadi tradisi kental di Aceh.

Jadikan ajang Piala Dunia sebagai bentuk kebersamaan serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polda Aceh beserta jajaran akan terus melakukan langkah preventif, edukatif, hingga pengawasan ketat selama turnamen berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat dan Kanada.

Kami mengajak masyarakat tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal Aceh. Tunjukkan bahwa masyarakat Aceh menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Tidak menjadikan kejuaraan tersebut ajang perjudian dan bertindak anarkis.

Post Comment