Sekolapedia – 31 Mei 2026 | Hari Tasyrik merupakan hari-hari yang istimewa dalam kalender Islam, yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan berzikir, serta menikmati rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Asal-usul penamaan Hari Tasyrik berasal dari tradisi masyarakat Arab yang menjemur daging kurban di bawah sinar matahari agar lebih awet. Daging tersebut dihamparkan dan dikeringkan atau dikenal dengan istilah mendendeng.
Pada Hari Tasyrik, umat Islam dilarang berpuasa, tetapi dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan berzikir. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah bertakbir, yaitu mengucapkan kalimat “Allahu Akbar” sebanyak-banyaknya.
Keutamaan Hari Tasyrik juga terletak pada waktu yang dimuliakan Allah SWT. Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari sahabat Ibnu Abbas RA, yang menyatakan bahwa tidak ada amal pada hari-hari ini yang lebih utama daripadanya di hari-hari ini.
Untuk memanfaatkan waktu Hari Tasyrik dengan maksimal, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan berzikir, serta menikmati rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dengan demikian, Hari Tasyrik dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan keimanan kita kepada Allah SWT.
Amalan Hari Tasyrik
- Bertakbir sebanyak-banyaknya
- Memperbanyak ibadah dan berzikir
- Menikmati rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT
- Melaksanakan lontar jumrah bagi jemaah haji yang mengambil Nafar Tsani
Dengan memahami sejarah, amalan, dan keutamaan Hari Tasyrik, umat Islam dapat memanfaatkan waktu ini dengan maksimal dan meningkatkan kesadaran serta keimanan kita kepada Allah SWT.
Post Comment