×

Jumhur Hidayat Puji Persatuan Buruh di Era Prabowo, KSPSI Gencarkan Tuntutan Reformasi Ketenagakerjaan

Jumhur Hidayat Puji Persatuan Buruh di Era Prabowo, KSPSI Gencarkan Tuntutan Reformasi Ketenagakerjaan

Sekolapedia – 02 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – Pada peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Mohammad Jumhur Hidayat, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas upaya menyatukan seluruh elemen buruh Indonesia. Dalam orasi yang disaksikan ribuan pekerja, Jumhur menegaskan pentingnya persatuan sebagai landasan pencapaian berbagai harapan sektoral.

Ucapan Terima Kasih kepada Pemerintahan dan Aparat Keamanan

Jumhur Hidayat memulai sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang, menurutnya, telah memastikan “kaum buruh Indonesia kini bersatu di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto”. Ia juga menyebutkan peran strategis Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Sekretaris Negara dalam memfasilitasi dialog antara pemerintah dan serikat pekerja. “Kami bersatu bersama akhirnya terjadilah persatuan ini,” ujar Jumhur.

Dinamik KSPSI di Era Baru

Sejak Prabowo menjabat, KSPSI menampilkan sikap lebih kooperatif dengan pemerintah, namun tetap menegaskan agenda hak buruh. Pada konferensi pers daring tanggal 29 April 2026, Sekjen KSPSI Said Iqbal memaparkan sebelas tuntutan utama yang mencerminkan kebutuhan struktural pekerja di era globalisasi dan ketegangan geopolitik. Tuntutan tersebut meliputi:

  • Pengesahan Rancangan Undang‑Undang Ketenagakerjaan yang progresif.
  • Pembatalan praktik outsourcing dan penolakan upah murah.
  • Peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp7,5 juta.
  • Pengecualian pajak atas THR, jaminan hari tua, pesangon, dan pensiun.
  • Pengesahan undang‑undang perampasan aset sebagai upaya antikorupsi.
  • Langkah penyelamatan industri tekstil, produk tekstil (TPT), dan nikel yang terancam PHK massal.
  • Moratorium pembangunan pabrik baru untuk menahan tekanan pada sektor riil.
  • Ratifikasi Konvensi ILO No. 190 tentang perlindungan pekerja perempuan dari kekerasan.
  • Penyesuaian tarif potongan bagi pengemudi ojek online sebesar 10% (dari 20%).
  • Revisi UU No. 2/2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
  • Pengangkatan guru dan tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) penuh waktu.

Selain itu, Iqbal mengingatkan bahwa konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat memperparah risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan, sehingga menuntut kebijakan mitigasi yang cepat.

Baca juga:
5 Keajaiban Doa Hujan yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Strategi KSPSI Menghadapi Tantangan Global

Jumhur Hidayat menekankan bahwa persatuan buruh bukan sekadar simbol, melainkan instrumen untuk menegosiasikan kebijakan yang berkeadilan. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan lembaga internasional, untuk mengatasi tekanan inflasi, persaingan industri, serta perubahan demografis tenaga kerja. “Dengan persatuan, kami dapat menuntut regulasi yang melindungi hak pekerja tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Dalam konteks perubahan iklim, peran Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup memberikan perspektif tambahan. Ia menyoroti bahwa transisi energi hijau harus memperhatikan dampak pada pekerja, terutama di sektor tambang dan manufaktur. Kebijakan hijau yang inklusif, menurutnya, akan mengurangi risiko PHK dan menciptakan lapangan kerja baru di bidang energi terbarukan.

Reaksi Massa dan Harapan Buruh

Ribuan buruh yang berkumpul di Monas menyambut hangat kehadiran Presiden Prabowo yang tiba pada pukul 08.38 WIB dengan pakaian safari cokelat. Suasana semarak dipenuhi nyanyian “Hidup Buruh!” dan seruan dukungan terhadap agenda KSPSI. Selama sesi tanya‑jawab, perwakilan serikat mengemukakan harapan agar pemerintah menindaklanjuti tuntutan-tuntutan tersebut secara konkret, terutama dalam hal penetapan upah minimum yang layak dan perlindungan sosial bagi pekerja informal.

Baca juga:
Update Gadget Terbaru yang Wajib Diketahui

Jumhur Hidayat menutup orasinya dengan harapan bahwa “cita‑cita yang diharapkan dapat terwujud karena persatuan ini”. Ia menegaskan bahwa KSPSI akan terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan dinamika politik yang semakin kompleks, peran KSPSI di era Prabowo menandai transformasi strategi serikat pekerja: dari konfrontasi ke dialog konstruktif, tanpa mengorbankan prinsip keadilan sosial. Ke depan, keberhasilan implementasi sebelas tuntutan tersebut akan menjadi tolok ukur sejauh mana persatuan buruh dapat menghasilkan kebijakan yang berkelanjutan dan inklusif.

Seiring berjalannya waktu, Jumhur Hidayat dan KSPSI diharapkan dapat memimpin perubahan struktural yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global.

Baca juga:
Timnas Indonesia U-19 Siap Hadapi Timor Leste di Piala AFF U-19 2026

Post Comment